GENDHING GAMBIRSAWIT LARAS SLENDRO PATHET SANGA: Dari Meditatif Ke Gobyog

Joko Daryanto

Abstract


Karya sastra merupakan salah satu sumber penulisan sejarah karawitan. Eksistensi sebuah gendhing dapat dilacak melalui karya sastra. Serat Centhini dan Sri Karongron adalah dua karya sastra yang mendeskripsikan eksistensi gendhing-gendhing di lingkungan istana. Penelusuran jejak sebuah gendhing bertujuan untuk mengetahui eksistensi, perubahan dan perkembangan gendhing. Gendhing Gambirsawit terlacak keberadaannya di dua karya sastra pada masa yang berbeda, yaitu Serat Centhini dan Sri Karongron. Pendekatan dan analisis sejarah digunakan untuk mengurai perjalanan Gendhing Gambirsawit laras slendro pathet sanga. Dari kajian dan analisis yang dilakukan terjadi transformasi garap Gendhing Gambirsawit dari meditatif menjadi gobyog. Selain mengalami transformasi garap, Gendhing Gambirsawit juga mengalami dekonstruksi.

Dekonstruksi pada Gending Gambirsawit merupakan salah satu upaya kreator karawitan istana yaitu abdi dalem niyaga untuk mempertahankan ekssistensi Gendhing Gambirsawit laras slendro pathet sanga.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.33153/sorai.v13i2.3426

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Joko Daryanto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik is indexed by:

ISSN 2407-3938
ISSN 2684-9445 (online)
Published by Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI Surakarta)
W: https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/SOR/index
E: jurnalsorai@gmail.com or sorai@isi-ska.ac.id

Creative Commons LicenseThis work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

View Sorai My Stats