GARAP TARI CAKIL GAYA SURAKARTA

Authors

  • Didik Bambang Wahyudi Institut Seni Indonesia Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.33153/acy.v15i2.5367

Abstract

This reseach, briefly, Garap Tari Cakil in Surakarta, were understanding and explaining descriptively existence and development of Cakil dance as genres; wireng, fragmen, wireng pethilan and also as a part of traditional dance drama (wayang orang panggung). Descriptive explanation consist of 1) historical background, function and existence of cakil in shadow puppet player (pertunjukan wayang kulit; 2) Cakil development as a dance performance including form and meaning in a discussion about the dance elements become a unity in garap (totality of form and idea) of the performance. This study wanted to explain the existence of cakil dance through the times in garap of the performance. 3) the existence of people who influenced to the change and development of this dance.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adshead, Janet., Dance Analysis, Theory and Practice. London: Dance Books. 1988.

Brandon, James R., Jejak-jejak Seni Pertunjukan di Asia Tenggara. Terj. R.M. Soedarsono. Bandung: P4ST UPI, 2003.

Bandem, I Made, dan Sal Murgiyanto., Teater Daerah Indonesia. Yogyakarta: Kanisius 1996.

Brakel, Clara-Papenhuyzen., Seni Tari Jawa, Tradisi Surakarta dan Peristilahanya. Alih Bahasa Mursabyo. Jakarta: ILDEP-RUL. 1991.

Hardjoprasonto, Soemardjo. Bunga Rampai Seni Tari Solo. Jakarta: Taman Mini Indonesia Indah. 1997.

Humardani, S.D. Kumpulan Kertas tentang Kesenian. Surakarta : ASKI, 1982.

__________, Kumpulan Kertas Tentang Tari. Surakarta : ASKI, 1979/1980.

__________, Masalah-masalah Dasar Pengembangan Seni Tradisi. Surakarta : ASKI Surakarta, 1979/1980.

Hersapandi, Wayang Wong Sriwedari dari Istana menjadi Seni Komersial. Yogyakarta: Yayasan untuk Indonesia, 1999.

Holt, Claire, Melacak Jejak Perkembangan Seni di Indonesia. Terj. R.M. Soedarsono. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia, 2000.

Kayam, Umar. Seni Tradisi Masyarakat. Jakarta : Sinar Harapan. 1981.

__________, Kelir Tanpa Batas. Yogyakarta : Gama Media. 2001.

Koentjaraningrat. Kebudayaan Jawa. Jakarta : Balai Pustaka, 1984.

__________, Metode-metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1997.

Kuntowijoyo. Budaya dan Masyarakat. Yogyakarta : Tiara Wacana, 1987.

__________, Penjelasan Sejarah. Yogyakarta. Tiara Wacana. 2008.

Larson, George D. Masa Menjelang Revolusi Kraton dan Kehidupan Politik di Surakarta 1912 -1942. Terj. A.B. Lapian. Yogyakarta : University Press. 1990.

Lindsay, Jenifer., Klasik Kitsch Kontemporer. Sebuah Studi tentang Seni Pertunjukan Jawa. Terj. Nin Bakdi Sumanto. Yogyakarta : Gadjah Mada University. 1990.

Magnis, Franz Suseno., Etika Jawa. Sebuah Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama. 2001.

Murgiyanto, Sal., Kritik Tari, Bekal & Kemampuan Dasar. Jakarta : MSPI. 2002.

__________, Ketika Cahaya Merah Memudar. Sebuah Kritik Tari., Jakarta : Deviri Ganan. 1993.

__________, Tradisi dan Inovasi, Beberapa masalah tari di Indonesia. Jakarta: Wedatama Widya Sastra, 2004.

Mulyono, Sri., Wayang dan Karakter Manusia. Jakarta : CV. Haji Masagung. 1989.

Nanda M. H., Ensiklopedi Wayang. Yogyakarta : Absolut. 2010.

Purwadi, Falsafah Militer Jawa. Yogyakarta: Sadasiva, 2004

Ricklefs, M.C. Sejarah Indonesia Modern. Terj. Dharmono Hardjowidjono. Gajah Mada Yogyakarta : University Press. 1995.

Rustopo, “Gendhon Humardani (1923-1983) : Arsitek dan Pelaksana Pembangunan Kehidupan Seni tradisi Jawa yang Modern Mengindonesia, suatu Biografi." Tesis S2 Program Studi Sejarah Fakultas Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada. Yogyakarta : UGM. 1990.

__________, Menjadi Jawa: Orang-orang Cina dan Kebudayaan Jawa di Surakarta 1895 – 1998. Disertasi S3 Program Studi Universitas Gajah Mada. Yogyakarta. 2006.

Sedyawati, Edi, ed. Tari : Tinjauan dari Berbagai Segi. Jakarta : Pustaka Jaya. 1984.

Seno A. Sastroamidjojo., Renungan Tentang Pertunjukan Wayang Kulit. Djakarta: P.T. Kinta Djakarta. 1964.

Supriadi, Dedi., Kreativitas Kebudayaan & Perkembangan IPTEK. Bandung. Alfabeta. 1994.

Schechner, Richard., Performance Studies. An introduction. London. Routledge. 2003.

__________, Perfomance Theory. London, Routledge, 1988

Soedarsono, R.M.. Wayang Wong, Drama Tari Ritual Kenegaraan di Keraton Yogyakarta, Yogyakarta: ISI Yogyakarta 1990.

__________, Seni Pertunjukan Indonesia. Di Era Globalisasi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. 2002

__________, Seni Pertunjukan, Dari Perspektif Politik, Sosial, dan Ekonomi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2003.

__________, Seni Pertunjukan Indonesia dan Pariwisata, Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia, 2001.

__________, Metodologi Penelitian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia, 1999.

Strinati, Dominic., Popular Culture. Pengantar Menuju Teori Budaya Populer. Terj. Abdul Mukhid. Yogyakarta. Bentang. 1995.

Sumardjo, Jakob., Teater dan Drama Indonesia. Bandung. STSI Press. 1997.

__________, Filsafat Seni. Bandung : ITB. 2000.

Supanggah, Rahayu., Bothekan Karawitan II, Garap. Surakarta. ISI Press. 2007.

Solichin., Wayang. Masterpiece Seni Budaya Dunia. Jakarta : Sinergi Persadatama Foundation. 2010.

Serat Sastramiruda. Terj. Kamajaya, Trans. Sudibyo Z. Hadisucipto. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, 1981.

Downloads

Published

2023-12-01

Issue

Section

Articles