ESTETIKA SENI TATO KOMUNITAS PUNK DI SURAKARTA

Main Article Content

Dyah Agustin Suriandari

Abstract

Fokus bahasan artikel ini adalah: estetika tato pada komunitas punk yang memiliki pewarnaan dan pemilihan bentuk yang berbeda dari visual tato pada umumnya. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Objek yang diteliti adalah karya seni tato dengan mengamati estetika yang tekandung pada tato anggota komunitas punk. Validitas data yang digunakan adalah teknik triangulasi data dengan memanfaatkan sumber data dan wawancara narasumber. Proses Penelitian ini berusaha mengungkapkan estetika yang terkandung dalam karya seni tato pada anggota komunitas punk di Surakarta. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk mengkaji estetika bentuk dan makna yang terkandung dalam pada karya seni tato komunitas punk di Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Anggota komunitas punk di Surakarta mengekspresikan dirinya dengan menggunakan seni tato. Perwujudan seni tato yang di temukan pada komunitas punk di Surakarta dilatar belakangi oleh apresiasi penghargaan untuk mengabadikan nama anak, rasa sayang kepada ibu dan mencari jati diri dengan mentato tubuh. Karakteristik tato pada komunitas punk di Surakarta, terdapat pada pemilihan bentuk tengkorak, kata against,living free,dan kubus keseluruhannya bertema kritik sosial. Estetika seni tato komunitas punk di Surakarta yaitu pada pencapaian karakter bentuk, gradasi warna, garis, letak penempatan pada media tubuh yang sesuai dengan visual gambar. Kata kunci: Estetika, punk, tato

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Agus Sachari, Estetik Terapan,

Bandung: Nova, 1989

Dharsono Sony Kartika, Seni Rupa

Modern, Bandung: Penerbit

Rekayasa Sains, 2004

Edy Tri Sulistyo, Kaji Dini

Pendidikan Seni, Surakarta: UNS

Press, 2005

Hatib Abdul Kadir Olong, Tato,

Yogyakarta: LkiS, 2006

Serafinus Bayu S. “Motivasi

Membuat Tato di Tubuhâ€, Skripsi

untuk mencapai derajat Sarjana S-

Universitas Soegijapranata

Semarang, 2009.

Taufik Adi Susilo, Kultur

Underground, Yogyakarta: Garasai,

Tri Handoko. “Perkembangan Motif,

makna dan Fungsi Tato di

Kalangan Narapidana dan Tahanan

di Yogyakartaâ€, Jurnal Ilmu dan

Seni Universitas Kristen Petra

Surabaya, Vol 14, No.2 Desember

Sadjiman Ebdi Sanyoto, DasarDasar Seni Rupa & Desain

(NIRMANA), Yogyakarta: CV. Arti

Bumi Intaran, 2005

Mieke Susanto, Diksi Rupa,

Yogyakarta: DictiArt Lab & Djagad

Art House, 2011

Lexy J. Moeleong, Metodologi

Penelitian Kualitatif, Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya, 2008

SUMBER INTERNET

Ady Rossa. www.ady-rossa

/tato/tradisonal-Siberut/.com.

Posting 2 November 2010, diakses

Desember 2012 pukul 11.15

WIB. Oleh Dyah Agustin S.

Djulianto Susantio. hurahura.word

press.com/2012/02/24/sejaarahtato-di indonesia/, diakses 5 April

pukul 13.32 WIB. Oleh Dyah

Agustin S.

Gugum Gumilar. actuarii.wordpress

.com/2012/03/19/pssi-dan-muamba

/, Posting 29 Juli 2010, diakses 5

April 2013 pukul 13.40 WIB. Oleh

Dyah Agustin S.

Rina Widiastuti. www.tempo.co/

read/news/2012/02/19/108384911/

Arti-di-Balik-Aksesori-Anak-Punk,

Posting 30 Maret 2011, diakses

tanggal 1 Desember 2013 pukul

50 WIB. Oleh Dyah Agustin S.

DAFTAR NARASUMBER

Munir Kusranto, 37 tahun, seorang

seniman tato

Agung Nugroho, 34 tahun, seorang

seniman tato

Albertus Rusputanto P. A, S.Sn.,

M.Hum., 35 tahun, Dosen ISI

Surakarta

Drs. Teguh Prihadi, 48 tahun,

seniman

N. Prana Citra S, 21 tahun, anggota

komunitas punk

Muhammad Yusuf alias Lik Jem, 27

tahun, anggota komunitas punk

Dimas Johny, 24 tahun, anggota

komunitas punk

Heri Kocluk, 32 tahun, anggota

komunitas punk

Mamik, 35 tahun, anggota

komunitas punk