Perancangan Desain Booth Malaysia Healtycare Expo Medan 2022

Main Article Content

Sri Wahyuni Panjaitan
Ivo Ramadhani
Rizky Arini

Abstract

Exhibition merupakan perancangan stand atau booth pameran. Pameran adalah salah satu strategi yang efektif bagi pengusaha untuk mempromosikan barang atau jasa. Faktor utama yang paling penting adalah bagaimana cara mendesain booth atau stand pameran sehingga banyak pengunjung yang berdatangan. Booth ini bertujuan sebagai tempat untuk peserta pameran menampilkan produk atau jasa yang ditawarkan kepada konsumen, dan dapat memberikan kesan yang bagus bagi pengunjung pameran. MHTC (Malaysia Healtycare Travel Council) adalah Lembaga pemerintah yang dipercayakan dengan tanggung jawab mengatur industri dan penyedia layanan memfasilitasi dan mengembangkan industri perjalanan perawatan kesehatan Malaysia. Dengan brand “Malaysia Healtycare” yang bertujuan menjadikan Malaysia sebagai tujuan kesehatan global termuka. Malaysia Healtycare Expo 2022 setelah keberhasilan 2 pameran sebelumnya yang dilaksanakan di Jakarta dan Surabaya. Dengan dibukanya perbatasan internasional, Malaysia siap menyambut wisatawan Kesehatan menawarkan layanan kesehatan berkualitas kelas dunia, mudah diakses dan terjangkau secara kompetitif, serta perawatan end-to-end yang lancar didestinasi aman dan terpercaya. Apalagi Malaysia merupakan tujuan top-of-mind untuk pelancong kesehatan dari seluruh dunia. Kini Malaysia Healtycare Expo hadir di Medan, dengan mengadakan pameran beberapa rumah

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Angin, R. (2017). PERAN JEMBER FESYEN CARANAVAL (JFC) DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KABUPATEN JEMBER (SEKTOR PARIWISATA 2011-2015). Jurnal Politico, Vol. XVII No.1.

Cahyani, D. I. (2014). IMPLEMENTASI JEMBER FESYEN CARNAVAL SEBAGAI BAGIAN DARI CITY BRANDING KABUPATEN JEMBER. Jurnal Unair.

Carlsen, J., Andersson, T. D., Ali-Knight, J., Jaeger, K., & Taylor, R. (2010). Festival management innovation and failure. International Journal of Event and Festival Management, 1(2), 120–131. https://doi.org/10.1108/17852951011056900

Denissa, Lois. P. A. Y. W. P. D. Y. N. (2016). Wonderful Archipelago As The Result Of Culture Diaspora Through Carnavals In Indonesia. MUDRA, 31.

ditwdb. (2019, October 28). Jember Fesyen Carnaval: Mengangkat Busana Nusantara ke Tingkat Dunia. Https://Kebudayaan.Kemdikbud.Go.Id/Ditwdb/Jember-Fesyen-Carnaval-Mengangkat-Busana-Nusantara-Ke-Tingkat-Dunia/.

Frisby, W., & Getz, D. (1889). Festival Management: A Case Study Perspective.

G Zifkos. (2015). Sustainability Everywhere: Problematising the “Sustainable Festival” Phenomenon.

Kim, D. H., Lee, J. J., & Park, H. Y. (2021). Assessing economic value of local festivals for sustainable development: A case of Yeongju Korean seonbi culture festival. Sustainability (Switzerland), 13(23). https://doi.org/10.3390/su132313297

Krisnadi, IG., Asrumi, A., & Supiastutik, S. (2023). The Existence of Jember Fesyen Carnaval (Jfc) in Jember Regency- Indonesia 2003-2021. International Journal of Social Science and Human Research, 6(08). https://doi.org/10.47191/ijsshr/v6-i8-45

Kusumawati, A., Pangestuti, E., & Supriono, S. (2022). The antecedent of event attachment influence on tourism sustainability: the case of Jember Fesyen Carnaval, Indonesia. International Journal of Tourism Cities, 8(4), 1000–1018. https://doi.org/10.1108/IJTC-09-2021-0197

Lin, Y. H., & Lee, T. H. (2020). How the authentic experience of a traditional cultural festival affects the attendee’s perception of festival identity and place identity. International Journal of Event and Festival Management, 11(3), 357–373. https://doi.org/10.1108/IJEFM-12-2019-0061

Pereira, L., Jerónimo, C., Sempiterno, M., da Costa, R. L., Dias, Á., & António, N. (2021). Events and festivals contribution for local sustainability. Sustainability (Switzerland), 13(3), 1–8. https://doi.org/10.3390/su13031520

Permata, V. W. (2017). Strategi Pengembangan Manajemen Jember Fesyen Carnaval. Jurnal Tata Kelola Seni, 3(1). www.cnnindonesia.com,

Proborini, C. A. (2017). Jember Fesyen Carnaval (JFC) Dalam Industri Pariwisata Di Kabupaten Jember. MUDRA Jurnal Seni Budaya. www.BERITASATU.com,

Putu Citrawati, L., Studi Manajemen Konvensi dan Perhelatan Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Jl Dharmawangsa, P., & Dua Bali, N. (2018). PERAN MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN LEGIAN BEACH FESTIVAL TERHADAP ASPEK SOSIAL DAN EKONOMI DI DESA LEGIAN, KUTA BALI. Jurnal KEPARIWISATAAN, 17. www.bisnis.com,

Sibarani, J. A. (2023). Local Community Perception on the Environmental Impact of the Jazz Gunung Bromo Festival. Journal of Event, Travel and Tour Management, 3(1), 33–43. https://doi.org/10.34013/jett.v3i1.1183

Supriono, & Yulianto, E. (2021). The effect of festival quality on revisit intention: Mediating role of destination image in jember fesyen carnaval, jember, indonesia. Geojournal of Tourism and Geosites, 38(4), 1195–1202. https://doi.org/10.30892/gtg.38426-760

Yudiswara Ayu Permatasari, R., Yudiswara, R., & Najib, M. (2018). MODERN CAMPAIGN/ : THE CONCEPT OF JEMBER FESYEN CARNAVAL AS A STRATEGY TO DEVELOPT INDONESIA’S LOCAL CULTURE. https://www.researchgate.net/publication/359479548