Makna Simbolik dan Fungsi Sosial Kain Jumputan Palembang dalam Perspektif Geertz dan Malinowski

Authors

  • Heri Heri Iswandi Universitas Indo Global Mandiri

Keywords:

Palembang jumputan fabric; symbolic meaning, social function, perspective Clifford Geertz, Bronisław Malinowski.

Abstract

Kain jumputan Palembang merupakan warisan budaya tekstil tradisional masyarakat Palembang yang telah berkembang sejak masa Kesultanan Palembang Darussalam (abad ke-17 hingga ke-19). Sebagai artefak budaya, kain jumputan tidak hanya berfungsi sebagai produk kerajinan, melainkan mengandung lapisan makna simbolis yang mencerminkan sistem nilai, identitas sosial, dan pandangan hidup masyarakat Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbolik yang terkandung dalam motif, warna, dan penggunaan kain jumputan Palembang, serta menganalisis fungsi sosialnya dalam kehidupan masyarakat melalui kerangka teori Clifford Geertz dan Malinowski. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-interpretatif melalui kajian literatur dan analisis teks budaya dengan metode thick description (deskripsi mendalam) sebagaimana dikembangkan oleh Geertz. Hasil kajian menunjukkan bahwa motif-motif dalam kain jumputan seperti bintang/ceplok, bunga, tritik, dan geometris mengandung makna kosmologis, spiritual, dan sosial yang mendalam. Warna-warna yang digunakan (merah, kuning keemasan, hitam, biru, hijau, dan ungu) terikat erat dengan stratifikasi sosial dan fungsi ritual. Dalam perspektif Geertz, kain jumputan berfungsi sebagai sistem simbol sekaligus teks budaya yang mengoperasikan dua fungsi: model of reality (mencerminkan realitas sosial) dan model for reality (membentuk perilaku dan identitas). Dalam perspektif Malinowski, kain jumputan memenuhi tiga tingkatan kebutuhan manusia: kebutuhan biologis dasar (proteksi), kebutuhan instrumental (transmisi nilai budaya dan sistem ekonomi), dan kebutuhan integratif (kohesi sosial dan identitas kolektif). Integrasi kedua perspektif ini mengungkap bahwa kain jumputan bukan sekadar artefak estetis, melainkan institusi budaya yang hidup dan dinamis yang mencerminkan konstruksi sosial budaya masyarakat Palembang secara komprehensif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdillah, A., Sn, S., & Si, M. (n.d.). Hibriditas Pertemuan Budaya Jawa Arek.

Alfaruq, H., Rahman, R. A., Nisak, S. K., & Alfatani, I. A. (2025). Simbolisme dalam Kepercayaan dan Tradisi Suku Bajo Sapeken : JOURNAL Multidisilner Knowledge, 3(1).

Amriani, Y. A., & Tuahatu, J. W. (2021). Pengembangan motif jumputan Palembang dengan pendekatan geometri menggunakan aplikasi GeoGebra. Jurnal Penelitian Sains, 21(3), 163–167.

Antono, Y. S. (2022). Antara Yang Sakral Dan Yang Profan Pada Masa Kontak Sosial Dibatasi. Logos, 1–9. http://ejournal.ust.ac.id/index.php/LOGOS/article/view/1633

Collins, S. P., Storrow, A., Liu, D., Jenkins, C. A., Miller, K. F., Kampe, C., & Butler, J. (2021). PERANCANGAN CENDERA MATA DARI KAIN JUMPUTAN KHAS KOTA PALEMBANG. 167–186.

Dewi, N. R., Susanti, E., Hanum, H., Cahyawati, D., & Zayanti, D. A. (2022). Pengembangan Motif Fraktal pada Usaha Produksi Kain Jumputan Palembang. Pengabdian, 6(1), 84–91.

Dindha Pertiwi, A. (2018). REPRESENTASI KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA DALAM NOVEL SANG PENCERAH KARYA

AKMAL NASERY BASRAL (Kajian Interpretatif Simbolik Clifford Geertz). Jurnal Sapala, Volume 5.

https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal- sapala/article/view/29570

Farida, I., Rochmiatun, E., & Kalsum, N. U. (2019). Peran Sungai Musi dalam Perkembangan Peradaban Islam di Palembang: Dari Masa Kesultanan sampai Hindia-Belanda. JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam), 3(1), 50. https://doi.org/10.30829/juspi.v3i1.4079

Fauziyah, F., Zulkardi, Z., & Putri, R. I. I. (2016). Desain Pembelajaran Materi Belah Ketupat Menggunakan Kain Jumputan Palembang untuk Siswa Kelas VII. Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, 7(1), 31–40. https://doi.org/10.15294/kreano.v7i1.4829

Hutabarat, E. D., Amizera, S., & Santri, D. J. (2024). Potensi Tumbuhan Lemna minor L. sebagai Agen Fitoremediasi Limbah Cair Pewarna

Jumputan. Jurnal Bios Logos, 14(3), 64–73. https://doi.org/10.35799/jbl.v14i3.55819

Lumban Gaol, C., & Lena Meo, W. B. (2025). Simbolisme Ulos dalam Tradisi Kematian Batak Toba: Perspektif Teori Interpretatif Simbolik Clifford Geertz. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 20(1), 97–108. https://doi.org/10.14710/sabda.20.1.97-108

Maunah, B. (2015). Stratifikasi Sosial dan Perjuangan Kelas dalam Perspektif Sosiologi Pendidikan. Ta’allum: Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 19–38. https://doi.org/10.21274/taalum.2015.3.1.19-38

Miokbun, Y. R. (2024). Simbol Budaya Pada Novel Namaku Teweraut Karya Ani Sekarningsih (Kajian Interpretasi Smbolik Clifford Geertz). Bapala, 11(2), 28–35.

Malinowski, B., 1948. Magic, science and religion and other essays. Glencoe, Illinois: The Free Press.

Muwaffiqillah, M. (2023). Analisis Teoritik Atas Tulisan Geertz Tentang Kyai Jawa Sebagai Cultural Broker. Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, 4(1), 17–36. https://doi.org/10.33367/ijhass.v4i1.3878

Nopilda, L. (2019). Pemanfaatan Arang Kayu Gelam Sebagai Adsorben Untuk Meningkatkan Kualitas Air Limbah Zat Warna Kain Jumputan Di Sentra Industri Kampung Kain Kelurahan Tuan Kentang Kecamatan Seberang Ulu 1 Kertapati Kota Palembang. Prosiding Seminar Nasional Program Pascasarjana Universitas Pgri Palembang, 4(3), 386–398.https://jurnal.univpgri-

palembang.ac.id/index.php/Prosidingpps/article/view/3056

Nurhayati, N. (2018). Melestarikan Budaya Seni Kain Jumputan Palembang. Kalpataru: Jurnal Sejarah Dan Pembelajaran Sejarah, 2(1), 10. https://doi.org/10.31851/kalpataru.v2i1.1312

Oktovianny, L. (2021). Kajian Etnolingusitik dan Leksikon Kain Tradisional Masyarakat Palembang. Prosiding Seminar Nasional Linguistik Dan Sastra (SEMANTIKS), 716–720.

Priyandini, E., Al-Ma’ruf, A. I., & Hasyim, N. (2025). Kebudayaan Masyarakat Toraja Dalam Novel Puya Ke Puya Karya Faisal Oddang (Interpretasi Simbolik Clifford Geertz). Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 21(1), 298–311. https://doi.org/10.25134/fon.v21i1.11156

Putri, E. A., & Yuanita, A. (2024). Kepercayaan Dan Makna Simbolik Budaya Jawa Dalam Novel Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul (Kajian Interpretatif Clifford Geertz). Jurnal Sapala, 11(1), 57–69. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal- sapala/article/view/61482

Rahman, F. (2016). Konsep Kosmologi Dalam Filsafat. Tasamuh: Jurnal Studi Islam, 8(2), 265–281.

http://ejournal.stain.sorong.ac.id/indeks.php/tasamuh

Rusdianasari, Hajar, I., Ariyanti, I., & Bow, Y. (2020). Pengembangan Desain Kain Jumputan Palembang Untuk Meningkatkan Industri Kreatif. Aptekmas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 14–19. http://dx.doi.org/10.36257/apts.vxix

Rusmianita, Roswaty, & Emilda. (2023). Pengaruh Harga, Kualitas Produk dan Desain Produk Terhadap Keputusan Pembelian Kain Jumputan Rumah Produksi Cahaya Jumputan Tuan Kentang Palembang. Jurnal Ilmiah Ekonomi Global Masa Kini, 14(1), 20–27. https://doi.org/10.36982/jiegmk.v14i1.2987

Puspasari, Shinta, Setiawan, H., Viatra, A. W., Yustini, T., Dhamayanti, Heriansyah, R., & Alie, M. (2023). Pemberdayaan UMKM Kain Tenun Songket dan Kain Jumputan Binaan LPP-PEKKA Yayasan Masjid Agung Palembang untuk Meningkatkan Skala Produksi dan Pewarna Alami. Jurnal Abdimas Mandiri, 7(3), 187–194. https://doi.org/10.36982/jam.v7i3.3477

Tahun, S. (2020). HUBUNGAN PEWARNA SINTETIS TERHADAP KEJADIAN DERMATITIS KONTAK OKUPASIONAL PADA PENGRAJIN KAIN JUMPUTAN PELANGI PALEMBANG. 49(3).

Yulianto Sumalyo. (2001). Kosmologi Dalam Arsitektur Toraja. DIMENSI (Jurnal Teknik Arsitektur), 29(1), 64–74. http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/ars/article/view/157 46

Zairinayati, Z., & Khosamtun, K. (2022). Efektifitas Tandan Kosong Kelapa Sawit (Elais Guineensis Jacq) Dalam Menurunkan Kadar COD Limbah Cair Kain Jumputan. Indobiosains, 4(2), 61.

https://doi.org/10.31851/indobiosains.v4i2.84.

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Heri Iswandi, H. (2026). Makna Simbolik dan Fungsi Sosial Kain Jumputan Palembang dalam Perspektif Geertz dan Malinowski. Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik Dan Wacana Seni Budaya Rupa, 18(1), 60–83. Retrieved from https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/brikolase/article/view/8432

Issue

Section

Articles