Baratayuda Penyelesaian Konflik Kurawa Pandawa Dalam Pandangan Teori Konflik Marx

Mardjono Mardjono

Abstract


Salah satu cerita di dalam pertunjukan wayang, ada perang hidup dan mati antara Pandawa dan Kurawa yang disebut Baratayuda Jayabinangun. Objek penelitian ini difokuskan pada karakter Pandawa dan Kurawa. Mereka mewakili kejahatan dan kebajikan, protagonis dan antagonis, kebenaran melawan kejahatan. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan aspek teori konflik Marx dalam kaitannya dengan Baratayuda sebagai solusi konflik Kurawa dan Pandawa. Penelitian ini menggunakan perspektif sosiologis dengan menempatkan teori konflik Marx sebagai alat analisis. Hasilnya menunjukkan bahwa: (1) Konflik Kurawa-Pandawa didasarkan pada materi sebagai faktor psikis, yaitu kamukten dari negara Amarta dan Astina serta karakteristik Duryudana, yaitu ambeg angkara murka, (2) Konflik Kurawa-Pandawa bisa dikategorikan sebagai konflik sosial, (3) Perjuangan
Pandawa yang tidak dapat dikategorikan sebagai perjuangan antara kaum miskin dan kaya untuk menghindari tekanan Kurawa. Konflik Kurawa-Pandawa tidak terbentuk dari faktor ekonomi.
Kata kunci: Baratayuda, konflik, psikis, sosial, ekonomi


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

Ornamen (ISSN: 1693-7724 (print)  | 2685-614X (online)) indexed by: