KEBERAGAMAN KREASI KRIYA WAYANG KULIT

Agus Ahmadi

Abstract


Keberagaman berarti terdapat aneka jenis, bentuk atau hal-hal yang banyak. Hasil kreasi yang berupa karya
kriya wayang kulit itu sangat banyak, tersebar luas dan beragam baik jenis, bentuk, tatahan serta
sunggingannya (pewarnaannya).Wayang adalah warisan budaya milik bangsa Indonesia yang tidak terkira
nilainya. UNESCO pada tanggal 7 Nevember 2003 menetapkan Wayang Indonesia sebagai “Masterpiece of
the Oral and Intangible Heritage of Humanityâ€. Jenis-jenis wayang di Indonesia sangat banyak, untuk
sementara yang dapat dicatat ada 55 wayang, yang terbanyak adalah wayang dari bahan kulit perkamen
(kulit sapi/kerbau yang telah diolah) ada 28 jenis.Wayang yang paling terkenal, lama umurnya, banyak
dibahas, banyak pendukungnya serta paling banyak ragamnya adalah Wayang Kulit Purwa di Jawa.Hasil
kreasi wayang kulit purwamemiliki keberagaman dalam hal:gaya, wanda, nama-nama, penggolongan,
ukuran, teknik, fungsi, pola atau bentuk baku, tatahan, sunggingan, busana, perhiasan pada wayang serta
kreasi pengembangannya.
Kata Kunci: wayang kulit, kriya, keberagaman

Full Text:

PDF

References


Gandadiputra, Mulyono. 1982. “Kreativitasâ€, dalam

Analisis Kebudayaan, Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan, Tahun II

Nomor 2, 1082,

Guritno, Pandam. 1988. Wayang, Kebudayaan

Indonesia dan Pancasila. Jakarta: UI Press.

Gustami, Sp. 1991. “Seni Kriya Indonesia: Dilema

Pembinaan dan Pengembangannyaâ€,

dalam Seni, Jurnal Pengetahuan &

Penciptaaan Seni, Edisi I/3 Okt. BP ISI,

Yogyakarta.

Gustami, Sp. 2000. Seni Kerajinan Mebel Ukir

Jepara. Kanisius, Yogyakarta.

Lansing, Kenneth M. 1976. Art, Artists, and Art

Education. Kendal/Hunt Publishing

Company, Dubuque, Iowa.

Suwarno, Bambang. 1999. “Wanda Wayang

Kaitannya Dengan Pertunjukan Wayang

Kulit Purwa Masa Kiniâ€, Tesis, Program

Pascasarjana U G M, Yogyakarta.

Santosa, Budi. 1994. “Kesenian dan Kebudayaanâ€,

dalam Jurnal Seni Wiled, STSI Press,

Surakarta.

Senawangi; 2004, Katalog Pameran Wayang

Indonesia“The Development of Wayang

Indonesia as a Humanistic Cultural

Heritage†19-30 Avril /April, 2004,

Exposition de figurines WAYANG

INDONESIA, UNESCO.

Sujamto. 1992. Wayang dan Budaya Jawa.

Semarang: Dahara Prize.

Tim Penulis Senawangi. 1999. Ensiklopedi

Wayang Indonesia, Jilid 1 s.d 6. Jakarta:

Senawangi (Sekretariat Nasional

Pewayangan Indonesia).

Yudoseputro, Wiyoso. 1993. “Kesinambungan

Tradisi dan Sumber Pengilhamanâ€.

Makalah Pengantar, Rupa Wayang dalam

Seni Rupa Kontemporer Indonesia,

Pameran dalam rangka Pekan Wayang

Indonesia VI.




DOI: https://doi.org/10.33153/ornamen.v12i1.1607

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Agus Ahmadi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Ornamen
ISSN 1693-7724 (print)  | 2685-614X (online)

indexed by: