HANACARAKA: AKSARA JAWA DALAM KARAKTER FONT DAN APLIKASINYA SEBAGAI BRAND IMAGE

Agus Setiawan

Abstract


Aksara menjadi salah satu bentuk komunikasi yang pada akhirnya memperkuat jadi diri dan identitas suatu
bangsa. Hanacaraka juga digunakan untuk menulis bahasa-bahasa lainnya, selain bahasa Jawa, misalnya
bahasa Sanskerta, bahasa Arab, bahasa Bali, bahasa Sunda, bahasa Madura, bahasa Sasak dan juga
bahasa Melayu. Hanacaraka dalam karakter font dan aplikasinya dianggap sebagai tema yang menarik.
Jejak rupa Hanacaraka dapat ditemukan dalam prasasti, kesusastraan, teknologi, dan aplikasinya dalam
brand image. Hanacaraka dalam aplikasi ini masih dalam pengembangan. Karakter huruf Jawa jika lengkap
dikembangkan dapat mencapai 400 karakter. Dengan digitalisasi aksara Jawa saat ini telah membuka
peluang yang sangat besar untuk memajukan dan mengembangkan aksara Jawa secara fungsional di
segala bidang.
Kata Kunci: Hanacaraka, Font, Brand Image

Full Text:

PDF

References


Ballhorn, Friedrich. 1864. Alphabete Orientalischer

und Occidentalis Cher Sprachen. Neunte

vermehrte.

Besari, M. Sahari. 2008. Teknologi di Nusantara:

Abad Hambatan Inovasi, Jakarta:

Salemba Teknika.

Djaja, Wahjudi. 2008. Peninggalan Sejarah di

Indonesia. Klaten: Cempaka Putih.

Everson, Michael. 2007. Proposal for Encoding the

Javanese Script in the UCS. International

Organization for Standardization.

Febyardini, Dian P.R., Fela Prihandi,

Y.M.Purwono. 2008. Pepak Lan Wasis

Basa Jawa, Yogyakarta: Indonesia Tera.

Forshee, Jill. 2006. Culture and Customs of

Indonesia. London: Greenwood Press.

Gallop, Annabel The, 1991. Golden Letters: Writing

Traditions of Indonesia = Surat emas:

budaya tulis di Indonesia (with Bernard

Arps). London: British Library; Jakarta:

Yayasan Lontar.

Kochhar, S.K. 2008. Pembelajaran Sejarah.

Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

Kozok, Uli. 1999. Warisan Leluhur: Sastra Lama

dan Aksara Batak. Jakarta: Kepustakaan

Populer Gramedia.

Lombard, Denys. 1996. Nusa Jawa: Silang Budaya

Kajian Sejarah Terpadu: Jaringan Asia,

Volume 2, Jakarta: PT Gramedia Pustaka

Utama.

Oey, Eric. 1997. Introducing Java. Singapura:

Periplus.

NN, 1996. Pedoman Penulisan Aksara Jawa.

Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama.

Pigeaud, Theodore G. Th. 1975. Javanese and

Balinese Manuscripts. Wiesbaden: Steiner.

Raffles, Thomas Stamford. 1817. The History of

Java Volume 2. London: Black Parbury.

Soekmono, R. 1973. Pengantar Sejarah

Kebudayaan Indonesia 2. Yogyakarta:

Kanisius.

Wahab, Abdul. 2003. “Masa Depan Bahasa,

Sastra, dan Aksara Daerahâ€. Makalah

dalam Kongres Bahasa Indonesia VIII di

Jakarta.

Wedhawati. 2006. Tata Bahasa Jawa Mutakhir.

Yogyakarta: Kanisius.

Widada. 2001. Kamus Bahasa Jawa. Yogyakarta:

Kanisius.

Wismulyani, Endar. 2007. Kekayaan Bangsa di

Jaman Kerajaan. Klaten: Cempaka Putih.

Yudoseputro, Wiyoso. 2008. Jejak-Jejak Tradisi

Bahasa Rupa Indonesia Lama. Jakarta:

Yayasan Seni Visual Indonesia.

Pustaka Elektronik

Riandana, Aldi. 2012. “Prasasti Yupaâ€. Artikel

dalam Perpustakaan Digital Budaya

Indonesia (www.budaya-indonesia.org) 20

September.

id.wikipedia.org/wiki/Aksara_Jawa

ki-demang.com




DOI: https://doi.org/10.33153/ornamen.v12i1.1609

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Agus Setiawan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Ornamen
ISSN 1693-7724 (print)  | 2685-614X (online)

indexed by: