KEBERADAAN DAN PERKEMBANGAN TENUN TROSO JEPARA

Ratri Dewi Ramadhani, S., Subandi

Abstract


Skripsi ini membahas tentang tenun Troso di Kabupaten Jepara Propinsi Jawa Tengah. Permasalahan
penelitian difokuskan keberadaan tenun Troso dan perkembangannya. Aspek-aspek penting yang berkaitan
dengan keberadaan dan perkembangan tenun Troso meliputi latar belakang, kondisi geografis Desa Troso
yang banyak lahan kosong namun tidak cocok untuk kawasan pertanian yang disebabkan permukaan tanah
landai sehingga membuat para masyarakat Desa Troso beralih matapencaharian menjadi pengrajin tenun.
Keadaan monografis menjadikan masyarakat Troso dari berbagai usia turut serta dalam proses pembuatan
Tenun Troso, mulai dari anak-anak sampai lanjut usia.
Metode penelitian yang dilakukan pada tenun Troso yaitu kualitatif deskriptif. Pendekatan yang digunakan
adalah pendekatan historis. Tinjauan sosial budaya masyarakat Desa Troso tidak memiliki pengaruh yang
berlebih dalam adanya kerajinan tenun Troso, karena tenun ikat ini hadir di tengah-tengah masyarakat
Troso sebagai pemenuhan kebutuhan ekonomi.
Berdasarkan penelitian diperoleh kesimpulan bahwa tenun sebenarnya telah lama ada di Desa Troso. Mitos
yang berkembang di masyarakat menyatakan bahwa keberadaan tenun Troso dilatar belakangi oleh
masuknya Islam ke daerah tersebut. Ciri khas visual tenun Troso adalah motif-motif yang mengaplikasi motif
daerah Indonesia bagian timur. Hadirnya motif-motif tersebut dikarenakan adanya masyarakat Troso yang
dahulunya merantau ke Bali kemudian pulang ke Troso dengan membawa motif-motif dari Bali dan daerah
lainnya untuk diaplikasikan pada hasil produksi tenun mereka dengan memodifikasi motif-motif Indonesia
bagian timur tersebut. Unsur-unsur yang muncul pada motif tenun Troso mayoritas adalah motif geometris
maupun motif flora dan fauna, karena dilihat dari motif-motif Indonesia bagian timur memiliki ciri motif
geometris dan non geometris. Visual tenun Troso dipengaruhi juga dengan kondisi geografis desa Troso.
Contohnya adalah motif Nagasari yang dijadikan sebagai identitas dari tenun Troso, hal ini dikarenakan
nama Nagasari diambil dari nama makam sesepuh Desa Troso yaitu Nyi Senu dan Ki Senu. Nama-nama
dari ragam hias motif tenun Troso berdasarkan dari unsur-unsur motif pembentuknya. Tidak diketemukan
makna dari ragam hias tenun Troso yang berhubungan langsung dengan ritual adat daerah Troso.
Kata kunci: Troso, historis, motif

Full Text:

PDF

References


Alamsyah, Sri Indrahti, dkk. Kearifan Lokal Pada

Industri Tenun Troso: Potret

Kewirausahaan pada Masyarakat Desa

Troso. Semarang: CV. Madina, 2013.

Hendro G, Eko Punto. Ketika Tenun Mengubah

Desa Troso. Semarang: Bendera, 2000.

Harmoko. “Tenunan Indonesiaâ€. dalam Indonesia

Indah 3, Perum Percetakan Negara

Republik Indonesia, 1995.

Kartiwa T., Suwati. Ragam Kain Tradisional

Indonesia: Tenun Ikat. Jakarta: Gramedia

Pustaka Utama, 2000.

Kartodirdjo, Sartono. Pemikiran dan

Perkembangan Historiografi Indonesia.

Jakarta: PT. Gramedia, 1982).

Moleong, Lexy Johanes. Metodologi Penelitian

Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya, 2006.

Narasumber:

Syahli (60), produsen tenun, tinggal di Troso,

Jepara.

Huda (48), produsen tenun, tinggal di Troso,

Jepara.




DOI: https://doi.org/10.33153/ornamen.v12i1.1623

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Ratri Dewi Ramadhani, S., Subandi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Ornamen
ISSN 1693-7724 (print)  | 2685-614X (online)

indexed by: