REINTERPRETASI SIMBOL BATIK DEMAK

afrizal afrizal

Abstract


ABSTRAK
Artikel ini ingin menginterpretasi kembali simbol batik Demak yang menurut sejarahnya telah hilang selama ratusan tahun. Demak sebagai sebuah kerajaan Islam pertama, disamping pusat kebudayaan Jawa yang Islami, tentulah pada masanya menjadi kiblat budaya dengan berbagai hasil kebudayaan. Salah satu hasil budaya yang ada di Demak yaitu batik. Konteks penelitian ini memandang batik Demak sebagai sebuah bentuk budaya (cultural form), yakni artifak yang berisikan wacana representasi diri yang dikerangkai aspek ideografis penggagasnya dan budaya yang melahirkannya. Wacana ini tercermin melalui bentuk atau sosok obyek tersebut serta makna yang tersirat.Batik Demak yang dianggap merupakan warisan budaya yang ada di Demak sejak ratusan tahun silam. Seiring perkembangan jaman batik Demak pernah menghilang karena tergerus oleh jaman.Yang kemudian pada tahun 2006 batik Demak dimunculkan kembali. Hal tersebut pastilah memotong tali sejarah tentang makna dan fungsi batik Demak pada jaman dahulu. Kecenderungan kini, batik Demak hadir saat masing-masing daerah di wilayah Indonesia, khususnya Jawa Tengah sedang menggalakkan batik dengan motif khas daerah. Sehingga reinterpretasi simbol yang muncul adalah sebagai strategi branding atau pencitraan sebuah daerah. Pemaknaan simbol batik tidak benar-benar merepresentasikan pola kehidupan masyarakat Demak seperti yang terwujud dalam lima motif khas Demak.

Kata kunci : Batik Demak, Reinterpretasi, Simbol

ABSTRACT
This article reinterprets the symbol of Demak batik which has historically been lost for hundreds of years. Demak, as the first Islamic empire, besides the center of Islamic Javanese culture, certainly at its time became a cultural mecca with various cultural results. One of the cultural results in Demak is batik. The context of this study views Demak batik as a cultural form, namely an artifact containing the discourse of self-representation strung together with the ideographic aspects of the initiator and the culture that gave birth to it. This discourse is reflected through the shape or figure of the object and the implicit meaning. Batik Demak which is considered as a cultural heritage in Demak since hundreds of years ago. Along with the development of the era of batik Demak never disappeared because it was eroded by the times. Then in 2006 Demak batik was reappeared. This must have cut the history of the meaning and function of Demak batik in ancient times. Current trends, Demak batik is present when each region in the Indonesian region, especially Central Java, is promoting batik with regional motifs. So that the reinterpretation of symbols that emerge is as a branding strategy or imaging of an area. The meaning of the batik symbol does not really represent the pattern of life of the Demak people as manifested in the five typical Demak motifs.
Keywords: Batik Demak, Reinterprets, symbol


Full Text:

PDF

References


Bourdieu, Piere. 2009. Pengantar Paling Komperhensif terhadap Pemikiran Bordiue. Terjemahan. Yogyakarta: Jalasutra

H.B. Sutopo. 2002. Metode Penelitian Kualitatif, Surakarta: UNS Press,

Kalinggo Hanggopuro, 2002. Bathik Sebagai Busana dalam Tatanan dan Tuntunan, Yayasan Peduli Keraton Surakarta Hadiningrat, Surakarta,

NARASUMBER

Dwi Marfiana (57 tahun), Ketua Klaster Batik Demak sekaligus ketua UPPKS Karangmlati serta Pegawai Disbudpar Kabupaten Demak

Bapak Hardono Budi Prasetyo (48 Tahun), Adik dari Ibu Dwi Marfiana dan pengelola pusat pelatihan batik Demak di Karangmlati

Arif Purwanto (44 Tahun), Perajin Batik Demak dan Ketua UPPKS Kembang Mlati di daerah Mlatiharjo, Gajah, Demak.

Walimin (46 Tahun), perajin batik Demak di daerah Kedungkoni, Mangunjiwan, Demak.

Aminah (52 Tahun), perajin batik Demak dan pemilik usaha “Batik Bintoro†di daerah Krapyak, Demak




DOI: https://doi.org/10.33153/ornamen.v15i1.2469

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 afrizal afrizal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Ornamen
ISSN 1693-7724 (print)  | 2685-614X (online)

indexed by: