PERANCANGAN BATIK DENGAN SUMBER INSPIRASI CERITA RAKYAT DAN FLORA FAUNA INDONESIA

Luluk Khoironi Maknun

Abstract


ABSTRAK
Artikel ini mendiskusikan enam desain yang semuanya merupakan desain motif batik yang bertema cerita rakyat dan flora fauna Indonesia. Keseluruhan desain mengolah bentuk-bentuk dari cerita rakyat, meliputi Keong Mas, Timun Mas, dan Kancil Mencuri Timun sebagai motif utama yang menggunakan karakter desain dekoratif. Teknik yang digunakan dalam perancangan ini adalah teknik batik tulis yang melalui tiga tahap metode, yaitu: metode perancangan, konsep perancangan, dan visualisasi. Teknik pewarnaan dengan dicolet menggunakan zat warna remasol. Bahan menggunakan kain primisima, karena kain tersebut memiliki sifat mudah menyerap pewarna sehingga mudah digunakan untuk membuat kain batik.

Kata kunci: batik, cerita rakyat, flora fauna Indonesia

ABSTRACT
This article discusses six designs in which each of the batik pattern designs themed in Indonesian folklores and flora and fauna. The whole designs process the form of folklores such as Keong Mas, Timun Mas, and Kancil Mencuri Timun as the main batik patterns applied in each folklores’ characters and decorations. Written batik is employed as the technical making process through three steps methods of method of designing, concept designing, and visualization. The coloring technique engaged by dabbing the coloring substance known as remazol. The material included is the primissima cloth since it is has highly absorbance characteristic which suits to remazol coloring.

Keywords: batik, folklore, Indonesian flora and fauna


Full Text:

PDF

References


Asa, Kusnin. 2014. Mosaic Of Indonesian Batik. Jakarta: PT. Red And White Publishing,

Doellah, H. Santosa. 2002. Batik: Pengaruh Zaman dan Lingkungan. Solo: Danar Hadi,

Gilikano, Silvia. 2013. Seikat Bunga dalam Batik Belanda. Detik edisi 68,

Lee, R.J., Riley, J. dan Merrill, R., 2001. Keanekaragaman Hayati dan Konservasi di Sulawesi Bagian Utara. Kerjasama Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia Program. Jakarta: Natural Resources Management Program (NRM/EPIQ) dan Departemen Kehutanan RI.

LIPI. 2001. Tumbuhan Langka Indonesia. Bogor: LIPI.

Musman, Asti & Ambar B. Arini. 2011. Warisan Adiluhung Nusantara. Yogyakarta: Andi,

Ratna, Nyoman Kutha. 2011. Estetika Sastra dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar,

Sahatimehr, A., et.al. 2010. Protection and Conservation of Folklore and Cultural Heritage for Regional Cooperation. “Ortaq türk keçmişindən ortaq türk gələcəyinə”. VI Uluslararası folklor konfransı,

Seli, Sesilia. 1996. “Struktur, Fungsi, dan Nilai Budaya Dalam Cerita Rakyat Dayak Kanayatn”, Tesis, Program Pascasarjana IKIP Bandung,

Veldhuisen, Harmen C. 2007. Batik Belanda 1840-1940: Sejarah dan Kisah-Kisah di Sekitar. Jakarta: Gaya Favorit Press.

Wulandari, Ari. 2011. Batik Nusantara-Makna Filosofis, Cara Pembuatan, dan Industri Batik. Yogyakarta: Andi Publisher.

Narasumber:

Asti Suryo A., asisten manajer Museum Danar Hadi Surakarta. Alamat di Jalan Brigjen Slamet Riyadi 261, Surakarta.

Syamsudin, staf Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta, yang beralamat di Jalan Kusumanegara 7, Semaki, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Batik Setya yang beralamatkan di Jalan Setono RT 02 RW 02 Laweyan, Surakarta.

Kediaman Go Tik Swan (Penembahan Hardjonagoro) atau dikenal dengan nDalem Hardjonagoro, yang beralamat di Jalan Kratonan 101 atau Jalan Yos Sudarso 176, Surakarta




DOI: https://doi.org/10.33153/ornamen.v15i2.2539

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Luluk Khoironi Maknun

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Ornamen
ISSN 1693-7724 (print)  | 2685-614X (online)

indexed by: