KEBERADAAN MASYARAKAT KEREK SEBAGAI PENGHASIL KAIN TENUN GEDOG TUBAN

Authors

  • Junende Rahmawati Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta
  • Guntur Guntur Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.33153/ornamen.v15i2.2564

Abstract

Masyarakat Kerek adalah penghasil tenun gedog khas Tuban. Keberadaannya merupakan kunci dari keberhasilan kebudayaan bertenun dan berswasembada sandang tradisional di Tuban. Bagaimana keberadaan masyarakat Kerek sebagai penghasil kain tenun gedog Tuban?. Melalui metode etnografi dan pendekatan antropologi akan menemukan data yang terkait dengan keberadaan masyarakat Kerek dengan analisis deskriptif. Sejarah mengungkapkan perjalanan kronologi masyarakat jaman dahulu hingga saat ini. Masyarakat sebagai pelaku akan memberikan data berdasarkan sudut pandangnya sebagai pemilik kebudayaan (emik). Lingkungan sekitar sebagai batas area atau wilayah sebagai lokasi kebudayaan masyarakat, yaitu Kecamatan Kerek. Mengungkap perjalanan sejarah, kondisi masyarakat, dan kondisi lingkungan akan mengetahui keberadaan ayarakat sebagai penghasil kain tenun gedog Tuban.Kata kunci: sejarah, masyarakat, lingkungan, keberadaan.ABSTRACTThe community of Kerek is a producer of Tuban weed gedog. Its existence is the key to the success of traditional weaving and self-sufficient culture in Tuban. How the existence of Kerek community as a producer of Tuban gedog fabric?. Through ethnographic methods and anthropological approach will find data related to the existence of Kerek society with descriptive analysis. History reveals the chronological journey of ancient society to this day. The community as the perpetrator will provide data based on his point of view as the owner of culture (emik). The surrounding environment as a boundary area or region as a cultural location of the community, namely District Kerek. Revealing the history, society conditions, and environmental conditions will know the existence of a community as a producer of Tuban gedog fabric.Keywords: history, society, environment, existence

Downloads

Download data is not yet available.

References

Kohnstamn, Jacob, et al. 1985. Indigo: Leven in een kleur. Amsterdam: Fibula.

Endraswara, Suwardi. 2003. Metodologi Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Achjadi Knight, Judi dan E. A Natanegara. 2010. Tenun Gedhog: The Hand-Loomed Fabrics of Tuban, East Java. Jakarta: Media Indonesia Publishing.

Baal, J. Van. 1987. Sejarah dan Pertumbuhan Teori Antropologi Budaya (Hingga dekade 1970). Terj. J.Piry. Jakarta: PT. Gramedia.

Geertz, Clifford. 2014. Agama Jawa: Santri, Priyayi, Abangan Dalam Kebudayaan Jawa. Terj. Aswab Mahasin & Bur Rasuanto. Depok: Komunitas Bambu,

Polanyi, Michael. 1962. Personal Knowledge: Towards a Post-Critical Philosophy. London: Routledge.

Artikel

Isyanti-Laksono. “Isolek Bahasa Jawa di Tuban dan Bojonegoro.”Universitas Negeri Surabaya.

Fajar Ciptandi, Agus Sachari, Achmad Haldan. “Fungsi dan Nilai pada Kain Batik Tulis Gedhog Khas Masyarakat di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur,” Jurnal Panggung Vol. 26, No. 3 (September 2016): 261-271.

Daftar Narasumber

Suwarni (60), penenun di Desa Kedungrejo. Dusun Luwuk, Desa Kedungrejo, Kerek, Tuban .

Natun (63), kakak kandung Suwarni, penganteh/pemintal. Dusun Luwuk, Desa Kedungrejo, Kerek, Tuban.

Cakep (65), menenun. Dusun Luwuk, Desa Kedungrejo, Kerek, Tuban.

Suwik (55), pembatik dan petani. Dusun Luwuk, Desa Kedungrejo, Kerek, Tuban.

Marlin (45), pembibis/mbribis/ pembersih kapas. Dusun Luwuk, Desa Kedungrejo, Kerek, Tuban

Katinah (60), penenun lurik kembangan. Dusun Luwuk, Desa Kedungrejo, Kerek, Tuban.

Sumbul (60), pemerhati tradisi. Dusun Luwuk, Desa Kedungrejo, Kerek, Tuban.

Dasini (58), penenun lurik kembangan. Dusun Karang Binangun, Desa Gaji, Kerek, Tuban.

Srimpi (52), kolektor dan penjual kain keliling. Dusun Karang Binangun, Desa Gaji, Kerek, Tuban.

Kastur (63), penenun kain gedog polos. Dusun Puter, Desa Gaji, Kerek, Tuban.

Tarsiyem (66), penenun gedog polos dan lurik kembangan. Dusun Puter, Desa Gaji, Kerek, Tuban.

Kasri (56), penenun gedog polos dan lurik kembangan. Dusun Luwuk, Desa Kedungrejo, Kerek, Tuban.

Uswatun Hasanah (42), pemilik sanggar “Sekar Ayu” dan pemerhati budaya. Dusun Luwuk, Desa Kedungrejo, Kerek, Tuban.

Downloads

Published

2019-07-24

Issue

Section

Articles