TUMPENG ROBYONG SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK UNTUK BUSANA PESTA WANITA

Eka Yuni Rusdiana

Abstract


Tumpeng Robyong  Sebagai Sumber Ide Penciptaan Motif Batik Untuk Busana Pesta Wanita, Deskripsi Karya Program Studi D-4 Batik, Jurusan Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta.

 

Tugas Akhir Kekaryaan ini mengangkat tema Tumpeng Robyong Sebagai Sumber Ide Penciptaan Motif Batik Untuk Busana Pesta Wanita.Tumpeng Robyong merupakan gambaran kesuburan dan kesejahteraan.Tumpeng robyong digunakan pada acara mitoni.Tumpeng robyong, terdiri dari tumpeng putih, lombok abang, brambang, telur, kacang panjang, terong, pala kependem, mawar merah, mawar putih, dan kenanga. Tujuan dari Tugas Akhir Kekaryaan ini adalah menciptakan motif batik dengan sumber ide tumpeng robyong dan kelengkapannya untuk busana pesta wanita.Alasan pengambilan tema tumpeng robyong dan kelengkapannya dalam penciptaan motif batik untuk busana pesta wanita karena tumpengrobyong merupakan salah satu tradisi masyarakat Jawa yang memiliki nilai filosofis yang tinggi dalam kehidupan manusia.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kreasi artistik.Informasi data didapatkan dari studi pustaka dan wawancara.Penciptaan karya batik tulis menggunakan metode penciptaan seni pengumpulan data, desain, dan perwujudan karya.Hasil yang didapat adalah terciptanya motif batik dengan sumber ide tumpeng robyong dan kelengkapannya untuk busana pesta wanita. Adapun motif yang diciptakan tertuang dalam batik tulis untuk  busana pesta yang berjumlah lima karya dengan judul mikul dhuwur mendhem jero, sedulur papat kalima pancer, urip iku urup, empan papan, dan manunggaling kawula gusti.Warna batik yang dijadikan acuan dalam pembuatan Karya Tugas Akhir ini adalah warna batik klasik gaya Keraton Surakarta, yaitu biru yang cenderung cerah, coklat yang cenderung cerah, dan putih tulang. Warna bahan kombinasi yang digunakan memberikan kesan tenang, hangat, dan menarik perhatian. Busana pesta yang diciptakan di targetkan untuk wanita dewasa awal usia 25 hingga 35 tahun.

 

 

Kata Kunci: Tumpeng robyong,batik, busana pesta.


Full Text:

PDF

References


Ari Wulandari, 2011. Batik Nusantara, Yogyakarta : C.V Andy Offset

Asti Musman dan Ambar B. Arini, 2011. Batik: Warisan Adiluhung Nusantara, Yogyakarta : G- Media

Budiono Herusatoto, 2011. Simbolisme Dalam Budaya Jawa, Yogyakarta : PT. Hanindita Graha Widia

Desmita, 2010, Psikologi Perkembangan, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya

Dharsono Sony Kartika dan Nanang Ganda Prawira, 2004. Pengantar Estetika, Bandung : Rekayasa Sains

, 2007. Budaya Nusantara: Kajian Konsep Mandala dan Tri-loka terhadap Pohon Hayat pada Batik Klasik, Bandung : Rekayasa Sains

Hurlock E. B., 1994. Psikologi Perkembangan, Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta : Erlangga.

Murdijati Gardjito dan Lilly T. Erwin, 2010. Serba-Serbi Tumpeng: Tumpeng dalam Kehidupan Masyarakat Jawa, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

S.P Gustami, 2007. Butir-Butir Estetika Timur Ide Dasar Penciptaan Seni Kriya, Indonesia : Prasista

Yudrik Jahja, 2011.Psikologi Perkembangan, Jakarta : Prenamedia Putra Utama

Sri Wintala Achmad, 2018. EtikaJawa : Pedoman Luhur dan Prinsip Hidup Orang Jawa, Yogyakarta : Araska Publisher

Suwardi Endraswara, 2018. Mistik Kejawen : Sinkretisme, Simbolisme dan Sufisme dalam Budaya Spiritual Jawa, Yogyakarta : Narasi




DOI: https://doi.org/10.33153/ornamen.v16i1.2917

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Eka Yuni Rusdiana

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Ornamen
ISSN 1693-7724 (print)  | 2685-614X (online)

indexed by: