KAJIAN ESTETIKA DODOT NGUMBAR KUNCO DALAM PERNIKAHAN BASAHAN DI SURAKARTA HADININGRAT

Iin Indarwati Suko, Adji Isworo Josef, Theresia Widyastuti Widyastuti

Abstract


Dodot Ngumbar Kunco adalah bentuk penerapan kain dodot yang memiliki cirri, yaitu kunco dodot dibiarkan (ngumbar) terjuntai sampai menyentuh ke tanah. Bentuk dodot ini diadaptasi dari busana Raja Kasunanan Surakarta yang kemudian dikenakan oleh pengantin pria dalam upacara panggih di Surakarta Hadiningrat dengan harapan hidupnya dipenuhi kemuliaan seperti raja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ciri khas Dodot Ngumbar Kunco sesuai pakem Keraton Surakarta. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu mengenai wujud, bobot dan penampilan  dodot Ngumbar Kunco. Metode penelitian yang digunakan ialah bentuk penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan teori estetika A.A.M Djelantik untuk menjabarkan wujud, bobot dan penampilan dodot Ngumbar Kunco.

 

Kata Kunci : Wujud, Bobot, Penampilan, Dodot Ngumbar Kunco.


Full Text:

PDF

References


Dharsono, Sony Kartika. 2004. Seni Rupa Modern. Bandung: Rekayasa Sains.

Djelantik, A.A.M. 1999. Estetika Sebuah Pengantar. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Doellah, Santoso. 2002. Batik-Pengaruh Zaman dan Lingkungan. Surakarta: Danar Hadi.

Honggopuro, Kalinggo. 2002. Batik sebagai Busana dalam Tatanan dan Tuntunan. Surakarta: Yayasan Peduli Keraton Surakarta Hadiningrat.

Josef, Adji Isworo. 2009. “Makna Simbolis pada Busana Pengantin Basahan”, dalam Etnografi Vol.9 No.1, hal 99-116.

Martha, Puspita. 2010. Pengantin Solo Putri dan Basahan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Purwadi. 2007. Sistem Pemerintahan Kerajaan Jawa Klasik. Sumatra Utara: Pujakesuma.

Soeratman, Darsiti. 1989. Kehidupan Dunia Keraton Surakarta. Yogyakarta: Penerbit Taman Siswa Yogyakarta.

Sutopo, H.B. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: UNS Press.

Narasumber:

Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Winarno Kusumo, wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta.

Kanjeng Raden Aryo Tumenggung (KRAT) Hartoyo Budoyonagoro, perias di Keraton Surakarta Hadiningrat dan Dosen ISI Surakarta.

Kanjeng Mas Ayu Tumenggung (KMAT) Madu Ratnaningrum, perias di Keraton Surakarta Hadiningrat dan pemilik rias pengantin Sekar Tandjung.

Prof. Dharsono, M.Sn, dosen ISI Surakarta

DR. Guntur, M.Hum, dosen ISI Surakarta

Mahisa Bagus Sadhana, S.Sn., asisten perias di Keraton Surakarta Hadiningrat

Mas Ngabehi (M.Ng) Edi Sartono, S.Miss., Perias di Pura Mangkunegaran Surakarta.




DOI: https://doi.org/10.33153/ornamen.v16i1.2919

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Iin Indarwati Suko, Adji Isworo Josef, Theresia Widyastuti Widyastuti

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Ornamen
ISSN 1693-7724 (print)  | 2685-614X (online)

indexed by: