DESAIN MOTIF BATIK KONTEMPORER GAYA DOODLE

Muhammad Affan Afriansyah, Darwoto Darwoto, Felix Ari Dartono

Abstract


Muhammad Affan Afriansyah. C0913031. 2018. Desain Motif Batik Kontemporer Gaya Doodle. Tugas Akhir: Jurusan Kriya Tekstil Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret Surakarta. Latar belakang proyek Tugas Akhir perancangan ini adalah mengembangkan motif batik kontemporer dengan tema nomophobia (no mobile phone phobia) yaitu pengaruh smartphone di masa kini, menjadi motif tekstil yang akan difungsikan menjadi busana remaja laki-laki. Alasan pemilihan nomophobia karena merupakan penggambaran ilustrasi tentang dampak positif maupun negatif mengenai smartphone dengan visual ilustrasi doodle, sekaligus menawarkan visual yang unik, menarik, dan dinamis. Tujuan proyek Tugas Akhir perancangan ini adalah mengembangkan desain motif batik kontemporer dengan pengolahan visual ilustrasi dampak positif maupun negatif dari nomophobia dengan pertimbangan fungsi busana remaja laki-laki masakini. Metode yang dipakai dalam proyek Tugas Akhir perancangan ini yaitu metode desain. Metode ini melewati 3 tahap yakni mertode perancangan, konsep perancangan dan visualisasi. Untuk metode perancangan melewati tahap Analisis permasalahan, Strategi pemecahan masalah, Pengumpulan data, Uji coba, dan menentukan Gagasan awal perancangan. Konsep perancangan meliputi landasan pemikiran untuk perancangan desain tugas akhir. Visualisasi yakni tahap memvisualkan konsep rencana perancangan yang sudah ditulis dalam proses perancangan. Hasil perancangan tugas akhir ini sebagai berikut: (1) Perancangan motif batik kontemporer dengan tema Nomophobia berhasil membuat 6 desain motif yaitu 2 desain repeat dan 4 desain panel. Keseluruhan desain motif mengolah visual ilustrasi tentang nomophobia dengan visual doodle yang menceritakan dampak dan pengaruh smartphone.. Ke 6 desain motif yang dibuat secara keseluruhan menawarkan sensasi visual yang bercita rasa modern atau kekinian dengan menampilkan bentuk visual doodle yang identik dengan kalangan remaja dengan karakternya yang luwes diolah dengan warna-warna yang cerah menjadi busana remaja masakini yang dinamis, dan mengikuti perkembangan gaya hidup modern. (2) Pengaplikasian desain motif yang full repeat dan panel ke busana anak remaja khususnya laki-laki menghasilkan busana yang berkesan catchy, playfull, dan masa kini ke arah casual. Kriteria pengaplikasian desain motif yang eksklusif untuk remaja pria, dimana remaja pria lebih suka dengan sesuatu yang eksklusif, lain daripada yang lain dan tidak ada yang menyamai dipasaran (produk terbatas). selain itu proses produksinya pun eksklusif, masih banyak pengrajin yang belum bisa membuat motif batik dengan proses sablon dan pencapan rintang malam dingin.                                                        

Kata Kunci : Nomophobia, Doodle, Batik Kontemporer.


Full Text:

PDF

References


Al-Rodhan. 2006. Definitions of Globalization: A Comprehensive Overview and a Proposed Definition.

Anas, Biranul. 1997. Indonesia Indah Jilid 8: Batik. Jakarta: Yayasan Harapan Kita dan BP 3 TMII.

Briggs, Asa. 2016. Sejarah Sosial Media. Yayasan Obor Indonesia.

Charlie D’Agata. 2008, Nomophobia: Fear of being without your cell phone. CBS News.

Chattopadhyay, Kamaladevi. 2007. National biography series, National Book Trust.

Coulter, Mia. 2016. Doodle Art Drawing: Let Your Imagination Doodle Amazing Things Around You. CreateSpace Independent Publishing Platform.

Cohen, Michele. 2008. Public Art for Public Schools, Monacelli Press.

Hartanto, Deddi Dutu. 2006. Batik Dalam Tradisi Kekinian. Jakarta. CV Akadoma.

Santosa, Doellah. 2002. Batik: Pengaruh Zaman dan Lingkungan. Solo Danar HadiHery, Nuryanto. 2012, Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi Dan Komunikasi. PT Balai Pustaka

Kwei, Eleanor. 2013. Art of the Doodle: Discover Your Inner Artist - Includes Instructional Book and Guided Journal Art of the Doodle: Discover Your Inner Artist, MBI Publishing Company.

Susanto, Sewan. 1980. Seni Kerajian Batik Indonesia. Balai Penelitian Batik dan Kerajinan, Lembaga Penelitian dan Pendidikan Industri, Departemen Perindustrian R.I.

Sp Soedarso, 2009. Seni Lukis Batik Indonesia: Batik Klasik Sampai Kontemporer. Taman Budaya Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Stever, H. Guyford. 1972, “Science, Systems, and Society.” Journal of Cybernetics, 2(3):13. DOI:10.1080/01969727208542909

Sunarto. 2008. Teknik Pencelupan dan Pencapan untuk SMK Jilid 2. Jakarta :Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

Wijayanti, Lucky dan Rahayu Pratiwi. 2013. Menjadi Perancang dan Perajin Batik. Surakarta: PT. Tiga Serangkai Putra.




DOI: https://doi.org/10.33153/ornamen.v17i1.3240

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Muhammad Affan Afriansyah, Darwoto Darwoto, Felix Ari Dartono

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Ornamen
ISSN 1693-7724 (print)  | 2685-614X (online)

indexed by: