MONUMEN NASIONAL SEBAGAI IDE PENCIPTAAN DHAPUR TOMBAK
DOI:
https://doi.org/10.33153/ornamen.v18i2.3700Keywords:
Monumen National, dhapur tombak.Abstract
ABSTRAK
Monumen Nasional ( Monas ) adalah icon kota Jakarta, selain merupakan sebuah mahakarya dan kebanggaan Nasional bagi Republik Indonesia, juga menjadi simbol lahirnya Proklamasi Republik Indonesia. Sehingga Monumen Nasional ini menarik untuk diangkat sebagai ide penciptaan karya tugas akhir yang divisualkan menjadi karya dhapur tombak. Tujuan penciptaan karya Tugas Akhir ini untuk menciptakan karya seni tombak dengan dhapur baru, sehingga dengan konsep tersebut diharapkan jika orang-orang yang menggunakan dan memegang tombak hasil karyacipta penulis dapat teringat dengan Monas, menjunjung nilai-nilai sejarah Proklamasi Kemerdekaan NKRI, untuk peringatan perjuangan bangsa Indonesia sepanjang zaman, dan sebagai bangsa Indonesia menjadi sadar betapa besar jasa pejuang kemerdekaan RI, dan betapa tingginya makna kemerdekaan 17-8-1945 itu.
Landasan tiga komponen dalam proses menciptakan karya tombak ini terbagi menjadi tiga yaitu, tema, bentuk, dan isi. Batasan idenya adalah obyek Monas, material berupa besi, nikel, kayu, teknik pengerjaan, bentuk tombak, dan hasil karya artistik. Konsep estetika untuk Tugas Akhir Karya ini mengacu kreteria lahiriah atau wujud tombak meliputi aspek wutuh, wesi, garap, waja, wangun. Metode Penciptaan karya tugas akhir ini menggunakan teori yang terdiri-dari tiga tahap enam langkah, eksplorasi dengan langkah studi pustaka dan studi lapangan, perencanaan dengan menggambar sketsa dan desain tombak terpilih, dan perwujudan yaitu persiapan bahan, peralatan dan teknik pengerjaan tombak.
Adapun untuk menganalisis hasil karya dengan menggunakan konsep pemikiran yakni kreteria lahiriah yang mengutamakan pada aspek material dan garap.Teknik perwujudan tombak ini meliputi: pemindahan pola tombak, penempaan besi, menyatukan nikel, tinatah/pengukiran, menggerenda, mengikir, penghalusan dan pembuatan rericikan tombak. Pembuatan dua tombak ini dilengkapi dengan warangka dan landeyan dari bahan kayu Akasia. Tugas Akhir Karya ini menghasilkan 21 sketsa bentuk tombak yang mengacu dan mengembangkan bentuk Monas, dua desain tombak dan gambar kerjanya. Adapun hasil karyanya dapat dikerjakan dua buah tombak yaitu: Dhapur Tombak Monumen Nasioal, Dhapur Tombak Lidah Api Monumen Nasional.
Kata kunci: Monumen Nasional, dhapur tombak.
ABSTRACT
The National Monument (Monas) is an icon of the city of Jakarta, besides being a masterpiece and nation pride for the Republik of Indonesia, also a symbol of the birth of the proclamation of the Republic of Indonesia. Because this national monument is interesting to be appointed as the idea of creating a final project that is visualized into a work of dhapur spears. The purpose of the creation of this final project is to create a spear artwork with a new dhapur, so that with this concept it is hoped that people who use and hold the spear created by the author can be reminded of the National Monument, uphold the historical values of the proclamation of independence of the Republic of Indonesia, to commemorate the struggle of the Indonesia nation throughout the ages, and as an Indonesia to become aware of struggle for Indonesia independence, and how high the meaning of independence from 17-8-1945 is.
The basic tree components in the process of creating this spear work are divided into tree types, namely, theme, form, and content. The definition of the idea is Monas objects, material in the form of iron, nickel. Wood, working techniques, shapes, spear shapes, and artistic work. The aesthetic concept for this final project refers to the lahiriah kreteria or the form of a spear covering aspects of wutuh, wesi, garap, waja, wangun. The method of creating this final project work uses a theory consisting of three stages of six steps, exploration with steps of literature study and field studies, material planning, tols and spear working techniques.
As for analyzing the work using the concept of thought, namely external criteria that prioritas the material aspecst and the concept of working. These spear embodiment techniques include: spear pattern removal, iron forging, nikel fusing, engraving, grinding, filing, refining and crafting spears. The manufacture of these two spears is equipped with a warangka and landeyan made of acacia wood. The final project of this work produces 21 sketches of spear shapes that refer to and develop the Monas shape, two spear designs and a drawing of the work. As for the results of his work, two spears can be worked on, namely: Dhapur Tombak Monumen Nasioal, Dhapur Tombak Lidah Api Monumen Nasional.
Keywords: Monumen National, dhapur tombak.
Downloads
References
Bali Intermedia, Panduan Wisata Indonesia. Jakarta:Bali Intermedia, 1989.
Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta, Monumen Dan Patung Jakarta.Jakarta:Dinas Museum Dan Sejarah, 1993.
Gustami, SP. Butir-Butir Mutiara Estetika Timur Ide Dasar Penciptaan Seni Kriya Indonesia. Yogyakarta: Prasida, 2007.
Harsrinuksumo Bambang, Ensikopedi Keris. Jakarta: Pertama Gramedia, 2004.
Haryoguritno, Haryono. Keris Jawa antara Mistik dan Nalar. Jakarta: PT Indonesia Kebanggaanku, 2006.
Kartika Dharsono Sony, Seni Rupa Modern. Bandung: Rekayasa Sains,2004.
Kuntadi Wasi Darmojo, Keris Kamardikan, Onamen Jurnal Kriya Seni, FSRD ISI Surakarta, Vol.11, No. 2, Juli 2014.
Nugroho Haris Fajar, Tugas Akhir Canthik Perahu Kyai Rajamala Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan dhapur Tombak, 2019.
Pangestu Intan Anggu, Tugas Akhir Daun Pisang Sebagai Sumber Inspirasi penciptaan dhapur Tombak, 2018.
Rachmawati Ratih Jisika, Tugas Akhir Figur Punakawan Sebagai Ide Penciptaan Karya Tombak Berpamor Wos Wutah, 2019.
Wibawa Prasida, Tosan Aji Pesona Jejak Prestasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2008.
Wijianto Wijayanto, Dhapur, Yayasan Persaudaraan Penggemar Tosan Aji, 1998.
Daftar Sumber Internet
https://saintif.com/observasi-adalah/
https://id.wikipedia.org/wiki/Monas
Daftar Nara Sumber
Doni Kustanto, 50 tahun, Mranggi keris da senjata tradisional lainnya, Surakarta.
Eko Saputro. S.Sn, 39 tahun, Mranggi keris dan senjata tradisional lainnya Surakarta.
Empu Subandi Supodiningrat, 64 tahun, Empu keris dan senjata tradisional lainnya, Karanganyar.
Putri Widya Astuti, 32 tahun, Staf Teknis Perpustakaan Nasional, Jakarta
Ponimen, 60 tahun, Mranggi warangka keris dan senjata tradisional lainnya, Karanganyar.
Selvian Zahrin, 38 tahun, Staf Teknis Monemen Nasional ,Jakarta
Suprih, 56 tahun, Pengrajin asesoris dan sepuh emas, Boyolali.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice
Authors who publish with Ornamen agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





