Tanaman Buah Labu Kuning Sebagai Ide Penciptaan Karya Bingkai Cermin Kayu

Authors

  • Rhosita Agustin Institut Seni Indonesia Surakarta
  • Rahayu Adi Prabowo Institut Seni Indonesia Surakarta

Keywords:

Labu kuning, Bingkai cermin, Kayu suren

Abstract

Berawal dari banyaknya hasil panen serta olahan buah labu kuning di Kecamatan Getasan, penulis mengangkat tema tanaman buah labu kuning sebagai ide penciptaan karya bingkai cermin kayu. Penulis terinspirasi dari tanaman buah labu kuning sebagai buah ciri khas di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah yang juga sebagai daerah asal dari penulis itu sendiri. Penulis ingin mengenalkan kepada khalayak umum tanaman ciri khas tersebut dalam bentuk karya yaitu bingkai cermin kayu. bahan utama yang digunakan penulis yaitu kayu Suren yang selain harganya ekonomis, kayu suren mudah dijumpai di daerah tersebut. Proses perwujudan diawali dengan proses desain, pecah pola, proses kerja bangku, proses pembuatan kerangka bingkai, proses pengukiran pola desain lalu proses finishing. Landasan teori yang yaitu teori Sp. Gustami yang menjelaskan metode penciptaan karya seni ada tiga tahapan yaitu eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Penulis juga menggunakan metode pendekatan estetik dari teori Monroe Beardsley dalam Problem In the Philosophy of Criticism yang didalamnya menjelaskan tiga ciri yang menjadi sifat-sifat membuat indah dari benda- benda estetis pada umumnya, tiga ciri tersebut meliputi kesatuan, kerumitan, kesungguhan. Hasil karya ini meliputi: karya satu yang berjudul Njalar, karya yang berjudul dua nalar, karya tiga yang berjudul ‘Woh, karya empat yang berjudul Wiji, dan karya lima dengan judul Laku.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggreni, N., Mulyaningsih, S., & Bachri, M. S. (2024). Aktivitas Antioksidan Serta Penetapan Kadar B-Karoten, Flavonoid dan Fenol Total Ekstrak Etanol Labu Kuning (Cucurbita moschata,(Duch.) Poir). Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 7(3), 345–355.

Gustami, S. (2007). Butir-Butir Estetika Timur Ide Dasar Penciptaan Seni Kriya Indonesia. Prasista.

Karmadi, A. D., & Kartadarmaja, M. S. (1985). Sejarah Perkembangan Seni Ukir Jepara. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional Jakarta.

Lolliani, L. (2017). Variabilitas Lima Genotipe Labu Kuning (Cucurbita sp) Berdasarkan Kandungan Nutrisi dari Kecamatan Danau Kembar dan Lembah Gumanti Kabupaten Solok. Universitas Andalas.

Maulana, M. D. F. (2024). Tradisi Ketupat Qunutan dalam Karya Fotografi Aysia Linggarwati Ditinjau dari Estetika Monroe Beardsley. Retina Jurnal Fotografi, 4(1), 159–164.

Nurzeka, D. A. (2014). Uji Toksisitas Ekstrak Pigmen Karotenoid Buah Labu Kuning (Cucurbita Moschata Durch.) Terhadap Artemia Salina Leach. Sebagai Kandidat Antikanker.

Prabowo, R. A. (2021). Motif Tradisi Gaya Surakarta Eksistensi dan Pengembangannya Pada Ukir Kayu. Jurnal Budaya Nusantara, 4(2), 276–286.

Retantoko, C. (2016). Pemanfaatan Limbah Kayu Jati dalam Pembuatan Karya Seni Kriya Kayu Berbentuk Naga Eropa. State University of Surabaya.

Downloads

Published

2024-12-30

Issue

Section

Articles