Pengembangan Motif Batik dengan Tema Budaya Betawi Melalui Pendekatan Eksplorasi Seni

Authors

Keywords:

Pengembangan, Eksplorasi Seni, Motif batik, Budaya Betawi

Abstract

Keragaman budaya Indonesia menghadirkan batik sebagai karya seni yang memiliki nilai simbolik dan ikonik pada motifnya. Melalui proses eksplorasi, perkembangan motif batik semakin beragam dengan hadirnya bentuk-bentuk representasi dari objek kearifan lokal suatu daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan motif batik Betawi dengan unsur-unsur khasnya melalui pendekatan eksplorasi seni berdasarkan bentuk motif, pola dan warna. Metode penelitian menggunakan pendekatan practice led researh dengan karya batik dan laporan ilmiah sebagai hasil dari penelitian. Hasil penelitian menghasilkan dua rancangan batik yang diterapkan pada teknik batik tulis dengan motif-motif yang dieksplorasi melalui objek-objek khas masyarakat Betawi. Hasil karya batik satu dibuat dengan karakter batik Betawi modern yang umum dengan komposisi motif dan warna yang lebih teratur. Sedangkan pada karya batik dua dibuat dengan karakter dan gaya kontemporer dan lebih ekspresif. Sehingga penelitian ini dapat menjadi referensi praktik bagi para perajin batik Betawi dalam membuat produk unggulan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afreeandhanie, D. C. (2018). Kajian Motif Ondel-Ondel Pada Batik Betawi. Ornamen, 15(2).

Agustin, D., & Nurjanah, N. (2023). Makna Leksikal dan Kultural Upacara Adat Betawi: Kajian Antropolinguistik. Salingka, 20(1), 33-50.

Al Hazmi, F., & Oetopo, A. (2022). Utilization Of Rhizophora Stylosa Bark For Natural Dyeing On Cotton Batik Fabric. Corak, 11(1), 55-56.

Apriliani, M., & Abdullah, M. W. (2018). Falsafah kesenian Tanjidor pada pelaksanaan corporate social responsibility. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 9(2), 377-393.

Bacon, E. (2017). Creative research: Mixing methods in practice-led research to explore a model of stories-within-a-story to build a novel. New Writing, 14(2), 235-256.

Basri, D. M. E., & Denhas, E. (2021). Analisa Bentukan Fasad Rumah Khas Betawi pada Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan. Arsitekta: Jurnal Arsitektur Dan Kota Berkelanjutan, 3(01), 42-51.

Boden, M. A. (2004). The creative mind: Myths and mechanisms. Routledge.

Budiawan, H., & Martyastiadi, Y. S. (2020). The explanation of life experience reflection as ideas of artistic research. International Journal of Creative and Arts Studies, 7(2), 145-152.

Edwina. (2018). Ragam Hias Rumah Kebaya Betawi di Setu Babakan. Universitas Sebelas Maret.

Gray, C., & Malins, J. (2016). Visualizing research: A guide to the research process in art and design. Routledge.

Gustami, S. (2007). Butir-Butir Estetika Timur Ide Dasar Penciptaan Seni Kriya Indonesia. Prasista.

Markowitz, S. J. (1994). The distinction between art and craft. Journal of Aesthetic Education, 28(1), 55-70.

Meinindartato, W. (2009). Tanjidor: kajian musik tradisional Betawi pada masyarakat pinggiran Kota Jakarta.

Murwanti, A. (2017). Pendekatan Practice-led Research Sebuah Upaya Fundamental untuk Mengatasi Ketimpangan antara Praktik Penciptaan Seni Rupa dan Publikasi Akademik di Indonesia. Seminar Nasional Seni Dan Desain 2017, 16-23.

Purbasari, M., Marianto, M. D., & Burhan, M. A. (2019). Ondel-ondel kekinian: boneka besar Betawi di zaman modern. Productum: Jurnal Desain Produk (Pengetahuan Dan Perancangan Produk), 3(6), 183-188.

Putri, L. D. (2019). Akulturasi Kebudayaan Cina pada Pakaian Betawi. Universitas Darma Persada.

Soedarwanto, H. (2018). Kajian ekspresi seni dalam ragam hias batik Betawi.

Sudarwanto, A., & Priyanto, D. (2022). The process of making batik wayang beber using digital canting with sungging painting coloring technique. International Journal of Visual and Performing Arts, 4(2), 141-149. https://doi.org/10.31763/viperarts.v4i2.718

Sularso, S., Cahyono, A., Yu, Q., Suranto, J., & Mistortoify, Z. (2024). Strategies and techniques for crafting a scientific manuscript for artistic publication: a guide for academic artists in Indonesia. International Journal of Visual & Performing Arts, 6(1), 1.

Suparno, S., Alfikar, G., Santi, D., & Yosi, V. (2018). Mempertahankan Eksistensi Budaya Lokal Nusantara Ditengah Arus Globalisasi Melalui Pelestarian Tradisi Gawai Dayak Sintang. Jurnal Pekan: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 3(1), 43-56.

Suwardi Alamsyah, P. (2009). Arsitektur Tradisional Rumah Betawi. Balai Pelestarian Sejarah Dan Nilai Tradisional Bandung.

Sylvia, S., & Surya, R. (2021). Ruang Berbudaya Betawi Kemayoran. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa), 3(1), 535-550.

Tsani, N. P. R., & Yuningsih, S. (2022). PERANCANGAN BUSANA PRIA DENGAN INSPIRASI MOTIF JAWA penggoresan malam atau lilin pada permukaan kain menggunakan canting sesuai motif yang dikehendaki dan dilanjutkan dengan proses pewarnaan . 9.

Wahidiyat, M. P., Marianto, M. D., & Burhan, M. A. (2022). Semiotic analysis of the changes of ondel-ondel costume elements as a Betawi cultural negotiation. Humaniora, 34(1), 23-35.

Downloads

Published

2026-06-30

Issue

Section

Articles