Kajian Visual Wayang Beber Koleksi Museum Wayang Banyumas

Authors

  • Junende Rahmawati Akademi Komunitas Negeri (AKN) Seni dan Budaya Yogyakarta
  • Rohmad Eko Priyono Akademi Komunitas Negeri (AKN) Seni dan Budaya Yogyakarta

Keywords:

Wayang beber, Museum Wayang Banyumas

Abstract

Wayang beber merupakan salah satu jenis wayang yang dikenal di Indonesia. Terkenal memiliki dua gaya dari dua tempat yang diyakini sebagai tempat tersimpannya wayang beber asli yaitu Pacitan dan Wonosari selanjutnya disebut wayang beber Gaya Pacitan dan Gaya Wonosari. Wayang beber sendiri memiliki arti wayang yang dibeber (Jw) atau di bentangkan pada saat pertunjukan. Wayang beber yang berada di museum wayang Banyumas merupakan salah satu cerita dari wayang beber gaya Pacitan. Dimana ciri khas wayang beber Pacitan menceritakan kisah Jaka Kembang Kuning dengan Dewi Sekartaji dengan latar belakang yang dipenuhi ornamen. Wayang beber koleksi museum wayang Banyumas hanya memiliki satu gulung, yaitu gulungan ke dua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tokoh-tokoh yang tergambar melalui pendekatan visual pada wayang beber koleksi museum wayang Banyumas guna memberikan edukasi dan sebagai referensi wawasan dan pengetahuan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman. (2015). Teori Belajar Aliran Psikologi Gestalt Serta Implikasinya Dalam Proses Belajar dan Pembelajaran. Jurnal Al-Taujih, 16-18.

Dwiputri, M. T. (2015). Transformasi Bentuk dan Rupa Rumah Niang yang Mengkini dengan Konsep Ikonik (Perancangan Hotel Resort). Surabaya: Institut Teknologi Surabaya

KBBI. (2016). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Dipetik Mei 7, 2024, dari KBBI Daring : https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri

Maharsi, I. (2018). Wayang Beber. Dwi-Quantum.

Maronier, J. H., & Koninklijk Instituut voor Taal-, L. e. (1883, 1968). Pictures of the tropics: a catalogue of drawings, water-colours, paintings, and sculptures in the collection of the Royal Institute of Linguistics and Anthropology in Leiden. Netherlands: Martinus Nijhoff. Retrieved from Wikimedia Commons.

Meleong, L. J. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif (Cetakan ke 2, Edisi Revisi). Bandung: PT Rosidakarya.

Mulyono, I. S. (1989). Wayang: Asal Usul, Filsafat dan Masa Depannya. Jakarta: CV Haji Masagung.

Nurhadi Siswanto. 2018. Perubahan dan Perkembangan Panakawan Dalam Pewayangan. Jurnal Corak Seni Kriya Vol. 7 No. 1, Mei-Oktober 2018.

Otok Herum Mawoto. 2014. Nilai-Nilai Islam Pada Wayang Kulit, Menjadikan Peran Penting Dalam Perkembangan Seni Islami Di Indonesia. Jurnal Corak Seni Kriya Vol. 3 No. 1, Mei-Oktober 2014.

Risky Febriana Pratama & Eko A.B Oemar. 2016. Jurnal Pendidikan Seni Rupa Vol. 4 No. 3 Tahun 2016, 393-403

Sawega, A. M., & dkk. (2013). Wayang Beber: Antara Inspirasi dan Transformasi. Surakarta: Bentara Budaya Balai Soedjatmoko.

SEAMEO SPAFA. (2023, Juni). Panji/Inao -- Wayang Beber -- Joko Kembang Kuning (Indonesia). Dipetik Mei 2024, dari https://www.youtube.com/watch?v=Rsn_w0JAg6I

Suharyono, B., & Saddhono, K. (2005). Wayang beber Wonosari. Bina Citra Pustaka.

Sunardi. (2017). Estetika Pertunjukkan Wayang Perjuangan. Surakarta: ISI Press.

Sunardi. (2018). Karya Cipta Pertunjukkan Wayang Perjuangan sebagai penguatan Pendidikan Bela Negara. MUDRA: Jurnal Seni Budaya, 33(2), 232-241.

Sutriyanto. (2018). Buku Ajar: Sungging Wayang Beber. Surakarta: ISI Press.

Tabrani, P. (2012). Bahasa Rupa. Bandung: Kelir.

Vinkhuijzen, H. J. (2024). New York Public Library. Retrieved from NYPL's Public Domain Archive Web site: https://nypl.getarchive.net/media/great-britain-1810-12-7a7b46.

Downloads

Published

2025-12-30

Issue

Section

Articles