Cerita Malin Kundang Untuk Busana Ready to Wear

Authors

  • Luluk Khoironi Maknun Institut Seni Indonesia Surakarta
  • Sarwanto Institut Seni Indonesia Surakarta

Keywords:

Cerita rakyat, Malin Kundang, Ready to wear

Abstract

Artikel ini berjudul “Cerita Rakyat Malin Kundang Untuk Busana Ready to Wear” difokuskan pada proses cipta busana dengan ide perangkat cerita rakyat Malin Kundang. Ketertarikan pada nilai budaya dan moral yang terkandung dalam cerita rakyat. Di dalam cerita rakyat Malin Kundang terdapat filosofi masyarakat Minangkabau yang melepas anak lelakinya untuk merantau dan mencari penghidupan yang lebih baik, serta kita sebagai anak tidak boleh durhaka terhadap orang tua yang dari kecil sudah banting tulang membesarkan kita. Tujuan penciptaan adalah menciptakan karya desain motif bersumber ide cerita rakyat Malin Kundang diaplikasikan ke busana ready to wear. Konsep seni yang digunakan adalah konsep ekspresi simbolik dengan konsep tata susun yang menekankan penciptaan komponen motif penyusun pola terdiri dari motif utama, pendukung. Analisis data yang digunakan menggunakan metode interpretasi dengan melalui pendekatan estetika. Langkah-langkah penciptaan meliputi 1) riset dengan memanfaatkan sumber data etik dan observasi, 2) eksperimen menekankan pada eksperimen bahan kain dan teknik skets motif utama, 3) perenungan tahap menemukan simbol/metafora, dan 4) pembentukan melakukan penyusunan menjadi sebuah pola desain (purwa rupa). Karya yang diciptakan berupa empat buah karya motif desain dan sembilan desain busana.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aksara Jurnal Bahasa Dan Sastra. (2016). Jurnal Bahasa dan Sastra Volume 28 Nomor 2. Bali: Balai Bahasa Bali.

Danandjaja, James. (1997). Foklor Indonesia: Ilmu Gossip, Dongeng, Dan Lain-Lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Dharsono, Sunarmi. (2007). Estetika Seni Rupa Nusantara. Surakarta: ISI Press.

Indonesia Trend Forecasting. (2019). Singularity Trend Forecasting 19/20. Jakarta: BEKRAF.

Johnston, A., dan Hallett, C. (2017). Fabric for Fashion The Complete Guide. London: Laurence King Publishing Ltd.

Kartika, D. S. (2016). Kreasi Artistik. Karanganyar: Citra Sains.

Koentjaraningrat. (2000). Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.

Lemme, B.H. (1995). Development in Adulthood. Boston: Allyn and Bacon.

Marsh, J. (2014). History of Fashion: New Look to Now. London: Vivays Publishing.

Nanang, R. (1985). Merencana Tekstil I. Surakarta: UNS Press.

Nanang, R. (2012). Metode Perancangan Tekstil. Surakarta: UNS Press.

Poespo, G. (2009). A-Z Istilah Fashion. Jakarta: Gramedia.

Ratna, N. K. (2011). Estetika Sastra dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sarwono. (1996). Studio Tekstil Dasar. Surakarta: UNS Press.

Seli, S. (1996.) Struktur, Fungsi, dan Nilai Budaya dalam Cerita Rakyat Kanayatan” Tesis Magister pada PPs IKIP Bandung: tidak diterbitkan.

Sumardjo, J. (2000). Filsafat Seni. Bandung: Penerbit ITB.

Sunarto, B. (2013). Epistemologi Penciptaan. Yogyakarta: IDEA Press.

Toekio, S. (2000). Rona Seni Di Celah Rentang Abad Ke-20. Surakarta: STSI Surakarta Press.

Toekio, S. (2003). Kria Indonesia: Tinjauan Kosakriya. Surakarta: STSI Press.

Tylor, E.B. (1871). Primitive Culture: Researches Into the Development of Mythology, Philosophy, Religion, Art, and Custom. London: John Murray, Albemarle street.

Zuriah, N. (2008). Pendidikan Moral dan Budi Pekerti Dalam Perubahan. Jakarta: Bumi Aksara.

Downloads

Published

2025-12-30

Issue

Section

Articles