Analisis Pembuatan dan Fungsi Kerajinan Placemat dari Eceng Gondok di Alya Handycraft Kudus
Keywords:
Alya Handycraft, Analisis pembuatan, Eceng gondok, Fungsi, Kerajinan placematAbstract
Tanaman eceng gondok sering dianggap sebagai gulma yang merusak lingkungan perairan, namun di Alya Handycraft Kudus, tanaman ini justru dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan placemat yang memiliki nilai ekonomi dan nilai guna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dengan Erna Susanti selaku pemilik usaha, serta dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan placemat dilakukan melalui tahapan yang terstruktur dan mengutamakan kualitas, mulai dari pemilihan bahan baku lokal dari Desa Undaan, proses pengeringan dan penyortiran, hingga penerapan teknik anyaman dua arah yang dikerjakan secara teliti. Tahap finishing menjadi keunggulan utama produk, yang meliputi proses pemutihan (bleaching), pengeleman, dan pelapisan vernis (vernishing) untuk menjaga daya tahan produk. Placemat yang dihasilkan memiliki fungsi praktis sebagai pelindung furnitur dari noda dan goresan, serta fungsi estetis sebagai elemen dekoratif yang menghadirkan kesan alami dan elegan pada interior.
Downloads
References
Tanaman eceng gondok sering dianggap sebagai gulma yang merusak lingkungan perairan, namun di Alya Handycraft Kudus, tanaman ini justru dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan placemat yang memiliki nilai ekonomi dan nilai guna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dengan Erna Susanti selaku pemilik usaha, serta dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan placemat dilakukan melalui tahapan yang terstruktur dan mengutamakan kualitas, mulai dari pemilihan bahan baku lokal dari Desa Undaan, proses pengeringan dan penyortiran, hingga penerapan teknik anyaman dua arah yang dikerjakan secara teliti. Tahap finishing menjadi keunggulan utama produk, yang meliputi proses pemutihan (bleaching), pengeleman, dan pelapisan vernis (vernishing) untuk menjaga daya tahan produk. Placemat yang dihasilkan memiliki fungsi praktis sebagai pelindung furnitur dari noda dan goresan, serta fungsi estetis sebagai elemen dekoratif yang menghadirkan kesan alami dan elegan pada interior.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Shofia Eka Zulfana, Wasis Wijayanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright Notice
Authors who publish with Ornamen agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





