Persepsi Wisatawan Terhadap Komponen 4a Di Destinasi Wisata Kapalo Banda Taram
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan destinasi wisata yang tidak hanya berfokus pada daya tarik wisata, tetapi juga pada komponen pendukung lainnya. Penelitian ini mengacu pada teori komponen pariwisata 4A yang dikemukakan oleh Cooper et al., yang meliputi Attraction (daya tarik), accessibility (aksesibilitas), Amenities (fasilitas), dan Ancillary Services (layanan pendukung) sebagai komponen utama dalam pengembangan destinasi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi wisatawan terhadap komponen pariwisata 4A di Destinasi Wisata Kapalo Banda Taram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 97 responden
yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner menggunakan skala Likert 4 tingkat, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif yang meliputi nilai rata-rata (Mean), frekuensi, dan persentase. Analisis ini dikategorikan berdasarkan hasil interval penilaian untuk menggambarkan tingkat persepsi wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi wisatawan terhadap komponen Attraction, accessibility, Amenities, dan Ancillary Services berada pada kategori sangat baik. Komponen Attraction memperoleh nilai rata-rata tertinggi, sedangkan beberapa aspek pada komponen accessibility dan Amenities, seperti kondisi jalan, kebersihan, serta fasilitas pendukung, masih perlu ditingkatkan. Secara keseluruhan, Destinasi Wisata Kapalo Banda Taram memiliki potensi yang baik sebagai destinasi wisata, namun masih diperlukan pengembangan pada beberapa komponen pariwisata untuk meningkatkan kualitas pelayanan, kenyamanan, dan kepuasan wisatawan.