PELATIHAN DAN PEMBINAAN SANGGAR SENI PEDALANGAN “NGESTI BUDHAYA” DI KARANGANYAR

Main Article Content

jaka riyanto

Abstract

Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta merupakan salah satu lembaga pendidikan seni tradisional yang memiliki misi dalam seni. Misi ini meliputi penelitian seni dan penciptaan seni/karya seni yang didedikasikan untuk kepentingan manusia. Seni ini selalu ada karena berdiri di lingkungan yang mendukung keberadaannya. Masyarakat terus memberikan kontribusinya dengan memberikan umpan balik. Perkembangan seni dapat terwujud dengan adanya penciptaan seni intensif dan di dukung oleh pekerja kreatif seperti guru, seniman, kritikus, dan pemain seni yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan seni secara terbuka. Oleh karena itu, Institut Seni Indonesia Surakarta sebagai barometer penelitian dan penciptaan karya seni memilikiperan aktif dalam mengadakan program pelayanan publik misalnya dalam pembelajaran seni. Pembelajaran seni menjadi pilar penopang kekuasaan seni budaya Jawa. Lembaga informal ini memiliki kontribusi besar dalam konservasi, kemajuan dan perkembangan kesenian Jawa. Salah satunya adalah “Ngesthi Budayaâ€Â studio. “Ngesthi Budaya†studio terletak di Tegal Asri RT 07/04 Bejen, Karanganyar. Studio seni ini merupakan target pelatihan dan pembangunan, dengan tujuan membuat seni tradisional pedalangan dapat bertahan, dan tidak akan diambil dari akar budayanya sebagai akibat dari pengaruh budaya global. Tanggung jawab moral memaksa guru akademik Jurusan Pedalangan ISI Surakarta untuk memberikan perhatian lebih ke studio seni ini. Diharapkan dengan pelayanan publik, program kegiatan ini dapat membuat “Ngesthi Budaya†studio seni lebih eksis dan mentransfer ilmu seni pedalangan secara akademik kepada mahasiswa. Bentuknya dapat diwujudkan dengan pelatihan dan membangun program tentang elemen pedalangan untukmeningkatkan konsep dan keterampilan siswa dalam bidang pedalangan. Program ini dapat meningkatkan “Ngesthi Budaya†studio seni dapat eksistensi di masyarakat dengan memiliki perhatian dari generasi muda untuk menghormati, mencintai, dan memiliki beberapa kepentingan dalam melestarikan kesenian tradisional peninggalan dari nenek moyang kita yang mengandung nilai-nilai yang tinggi.Kata kunci: studio seni, pedalangan, Ngesthi Budaya.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Bambang Murtiyoso. 1983. Pengetahuan Pedalangan. Surakarta : ASKI.

Harijadi Tri Putranto. 2006. Laporan Kegiatan Pembinaan Sanggar Pedalangan di Wilayah Surakarta.Jurusan Pedalangan ISI Surakarta.

Subono. 2006. Garap Pakeliran Karawitan Padat. Makalah disajikan dalam semiloka Konsep Garap Pakeliran Padat ISI Surakarta.

Sunardi. 1995. Pengaruh lakon Kilatbuwana terhadap lakon baru yang sejenis : Analisis struktural dan kompareatif lakon. Skripsi.Surakarta : STSI.

Supanggah, Rahayu. 1980. Sulukan Gaya Pedesaan. Surakarta: Sub Proyek ASKI Surakarta.

Suwaji. 1999.Penerapan Wayang Sebagai Media Pendidikan.Makalah disampaikan pada Temu Pakar Wayang, Jakarta.

Waluyo, Kanthi. 2000. Dunia Wayang. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.