Peningkatan kemampuan praktik karawitan dalam Mata Kuliah Karawitan Gaya Surakarta II model pembelajaran tutorial sebaya dan drill

Main Article Content

Sukamso Sukamso

Abstract

Penelitian tindakan kelas dengan tema “Peningkatan Kemampuan Praktik Karawitan mata kuliah Karawitan Gaya Surakarta II” terhadap mahasiswa semester II Jurusan Karawitan ISI Surakarta ini merupakan suatu usaha untuk peningkatan kemampuan praktik berkarawitan bagi mahasiswa semester II Jurusan Karawitan kelas C. Model pembelajaran tutorial sebaya merupakan hal baru diterapkan dalam mata kuliah praktik karawitan. Penerapan model pembelajaran ini adalah dalam usahanya untuk penanganan terhadap mahasiswa yang menemui kesulitan maupun keterlambatan di dalam proses belajar praktik karawitan agar mereka secepatnya bisa mengikuti teman lainnya. Guna percepatan dan keberhasilan di dalam proses belajar mengajar praktik karawitan terutama di dalam transfer cengkok dan wiledannya digunakan metode pembelajaran drill. Pembelajaran cengkok terutama wiledan yang berbobot dan berlaku di masyarakat karawitanadan bisa dikuasai secara persis hanya bisa dilakukan dengan pembelajaran secara drill, yaitu berlatih secara berulang ulang dan terus menerus sampai wiledan tersebut betul-betul bisa dikuasai. Penelitian ini bertujuan dan meningkatkan kemampuan praktik karawitan bagi mahasiswa peserta kuliah Karawitan Gaya Surakarta II, setidaknya mahasiswa sekelas tersebut rata-rata kemampuan karawitannya bagus. Diharapkan keberhasilan model pembelajaran ini bisa menjadi acuan bagi model pembelajaran praktik karawitan dan kelas lainnya. ABSTRACTClassroom action research with the theme “Improving the Practical Ability of Karawitan in Surakarta Style II” on the second semester students of the ISI Surakarta Karawitan Department is an effort to improve the literacy practice skills for second semester students of Class C Karawitan. applied in karawitan practice courses. The application of this learning model is in its efforts to handle students who encounter difficulties and delays in the process of learning musical practices so that they can quickly follow other friends. In order to accelerate and succeed in the learning process of musical practice, especially in the transfer of twists and turns, the drill learning method is used. Cengkok learning, especially wiledan, which is weighty and valid in musical society and can be mastered precisely can only be done by drill learning, which is to practice repeatedly and continuously until the wiledan is truly mastered. This study aims and enhances the ability of musical practice for students of the Surakarta II style Karawitan lecture participants, at least in that class of students the average musical ability is good. It is hoped that the success of this learning model can become a reference for karawitan practice models and other classes.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Desmita.(2012). Psikologi Perkembangan .Bandung: PT Remaja Rosda Karya Offet.

Mulyasa,E.(2006).Kurikulum Berbasis Kompetens (Konsep Karakteristik dan Implementasi).Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nurkhasanah.(2007).Kemampuan Berbahasa Indonesia. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sugiyono.(2012).Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Ahmadi dan Joko Tri Prasetyo, 1997, Strategi Belajar Mengajar, Bandung. Pustaka Setia.

WarjiIschak ,Program Remedial dalam Proses Belajar Mengajar. Yogyakarta:Liberty.

Rahayu Supanggah, 2009, Bothekan Karawitan II. Surakarta. ISI Press

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2007.”Metode Penelitian Pendidikan” Bandung cetakan ketiga. PT. Remaja Rosdakarya Offset

Suharsimi Arikunto, 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT.Bumi Aksara.