Eksistensi nilai-nilai Tembang Macapat di kalangan anak muda sebagai filter pengaruh alkuturasi

Main Article Content

Elis Noviati

Abstract

Budaya barat yang modern mulai merambah ke masyarakat terutama menyebar dengan cepat sekali ke anak-anak, remaja, bahkan orang tua. Mulai dari televisi, film, gadget, media sosial,dan sebagainya. Dampaknya luar biasa mengubah kebiasaan yang sudah membudaya di Indonesia. Anak-anak mulai hidup di dunia maya dengan berbagai fasilitas media sosial yang sedang menjamur. Keberadaan budaya kita semakin lama tergerus dengan kebudayaan barat yang mulai membanjiri di setiap ruang. Salah satunya budaya tembang macapat mulai terkikis dengan budaya yang lebih modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi tembang Macapat di kalangan generasi muda dan upaya preventif dalam rangka alkuturasi budaya barat di kalangan generasi muda. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka. Penelitian pustika diawali dengan penggalian ide-ide atau gagasan dan konsep-konsep yang dihubungkan satu sama lain melalui hipotesis tentang hubungan yang diharapkan. Adapun Ide-ide dan konsep-konsep untuk penelitian pustaka dapat bersumber dari gagasan peneliti sendiri dan dapat juga bersumber dari sejumlah kumpulan pengetahuan hasil kerja sebelumnya yang dikenal juga sebagai literatur atau pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah mendeskripsikan eksistensi tembang Macapat di kalangan generasi muda dan menemukan upaya preventif dalam rangka alkuturasi budaya barat di kalangan generasi muda.ABSTRACTModern western culture began to spread to the community, especially spread rapidly to children, adolescents, and even parents. Starting from television, movies, gadgets, social media, and so on. The impact is extraordinary in changing habits that have become entrenched in Indonesia. Children begin to live in cyberspace with various social media facilities that are mushrooming. The existence of our culture is increasingly eroded by western culture which is beginning to flood in every room. One of them is the macapat song culture which is eroded with a more modern culture. This study aims to find out the existence of Macapat songs among the younger generation and preventive efforts in the framework of the alkururasi western culture among the younger generation. This research is a type of library research. Pustika research begins with the excavation of ideas or ideas and concepts that are connected to each other through hypotheses about the expected relationship. The ideas and concepts for library research can be derived from the ideas of the researchers themselves and can also be derived from a number of collections of previous work knowledge which is also known as literature or literature. The results of this study are to describe the existence of Macapat songs among the younger generation and find preventive efforts in the framework of the alkururasi western culture among the younger generation.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Anonim. 1978. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Jakarta : Balai Pustaka

Hastanto, Sri. 2015. Wawasan Budaya Nusantara. P3AI : ISI Surakarta

Karsono H. Saputra. 1992. Pengantar Sekar Macapat. Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Sudjarwadi et al., 1980, Seni macapat Madura: laporan penelitian. Oleh Team Penelitian Fakultas Sastra, Universitas Negeri Jember. Jember: Universitas Negeri Jember.

Moleong, Lexy. J.2007. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung:PT Remaja Rosdakarya.

Monks, FJ dkk. 2004. Psikologi Perkembangan. Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Nasukha, Yaqub, dkk. 2009. Bahasa Indonesia untuk Penulisan Ilmiah. Surakarta : Penerbit Media Perkasa.

Noviati, Elis. 2014. Pendidikan Budi Pekerti dalam Undha Usuk Bahasa Jawa. Penelitian Tidak Dipublikasikan. ISI Surakarta.

Titin, Masturoh, dkk. 2015. “Budi Pekerti Dalam Cerita Binatang Mahisha Jataka. Jurnal Gelar ISI Surakarta. Volume 13 Nomor 2, Desember 2015.

Yudiono, K.S. 1984. Bahasa Indonesia untuk Penulisan Ilmiah. Semarang : Universitas Diponegoro