Sistem pelarasan pada campursari

Joni Suranto, Santosa Santosa

Abstract


Campursari, keinginan manusia untuk selalu berkarya dan membuat hal-hal baru melahirkan sebuah musik yang terbentuk dari beberapa jenis musik yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda. Secara garis besar musik ini terbentuk dari dua jenis musik yang berbeda yaitu karawitan dan keroncong, tetapi campursari sudah memiliki ciri khas sendiri dengan estetika dan rasa musikal yang berbeda dengan musik aslinya. Alat musik yang digunakan dalam campursari mengambil beberapa dari gamelan jawa dan beberapa dari alat musik barat. Sistem pelarasan dalam campursari sebagian menggunakan tangga nada diatonis dan mengubah nada-nada pada gamelan menyesuaikan dengan keyboard atau alat-alat musik dengan sistem pelarasan diatonis yang lain. Seiring dengan perkembangan jaman beberapa seniman campursari mulai mencoba menerapkan sistem pelarasan pelog dan slendro pada gamelan Jawa kedalam campursari, alat-alat musik yang sebenarnya berasal dari musik barat ditalu untuk bisa menyesuaikan dengan gamelan Jawa.

 

ABSTRACT

Campursari, a human willingness to always make work and create something new, create a kind of music which is formed by different types of music that have a different cultural background. Mainly, this music formed by two kinds of music which are karawitan and keroncong. However, campursari has its characteristic with the esthetic and musical taste which differ from its original music source. The music instruments used in campursari consist of Javanese gamelan and western music instruments. From Gamelan, it uses saron, demung, gender, kendhang, siter, suling, and gong. It also uses cak and cuk / ukulele from keroncong and keyboard, guitar, guitar bass, and drum set from combo band. The tunings system in campursari partly uses diatonic scales and transforms the gamelan musical scales to suit the keyboard or other music instruments that use other diatonic tunings systems. With the development of technology, some Campursari artists start to implement pelog and slendro system of Javanese gamelan into campursari. The western music instruments used are played in such a way so it will suit the Javanese gamelan.


Keywords


campursari; sistem pelarasan; pelog; slendro; tunings system

Full Text:

PDF

References


Banoe, Pono. Kamus Musik. Yogyakarta : Kanisius, 2003.

Sutanto, A, “Menulis Lagu”. Makalah di presentasikan dalam Seminar Musik Inkulturasi Regio Jawa-Plus, Jakarta 2001.

Hastanto, Sri. “Konsep Embat Dalam Karawitan Jawa” Laporan Penelitian Program Hibah Kompetisi Seni B-Seni Tahun 2009-2019.

Hastanto, Sri. Konsep Pathet dalam Karawitan Jawa. Surakarta : ISI Pers Surakarta, 2009.




DOI: https://doi.org/10.33153/dewaruci.v14i1.2534

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/dewaruci.

View My Stats