TARI KETHEK OGLENG SEBAGAI EKSPRESI SENI KOMUNITAS CONDRO WANORO DESA TOKAWI KECAMATAN NAWANGAN KABUPATEN PACITAN

Main Article Content

Catur Mustika Peni
RM. Pramutomo

Abstract

Abstrak Ekspresi merupakanhasil dan bentuk manifistasi dari emosi ekspresi, juga merupakan pengungkapan dalam suatu proses mengutarakan maksut. Tari Kethek Ogleng merupakan sebuah tarian yang menjadi jembatan bagi para pelaku seni yang ada di Komunitas Condro Wanoro. Tari kethek ogleng adalah tari yang diciptakan guna untuk memberikan nuansa baru di sebuah desa. Tarian ini bisa disajikan secara kelompok, individu dan pasangan.. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanabentuk tari Kethek Ogleng Desa Tokawi Kecamatan Nawangan dan mengapa ekspresi seni komunitas Condro Wanoro terbentuk melalui tari Kethek Ogleng. Konsep yang di gunakan untuk menganalisis bentuk tari Kethek Ogleng Desa Tokawi ini ialah Sumandyo Hadi. yang meliputi urutan sajian, Penari, gerak, pola lantai, karawitan, atau music tari, rias dan busana, tempat dan waktu pertunjukan. Untuk mengupas ekspresi yang terbentuk melalui tari Kethek Ogleng mengunakan teori dari Setephanie Ross. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengandalkan data kualitatif dalam hal pengumpulan data dan yang menghasilkan data deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekspresi yang terbentuk melalui tari Kethek Ogleng itu ada beberapa hal yang mendasari sebuah ekspresi itu sendiri. Ada beberapa model orientasi ekspresi yang terbentuk dalam sebuah komunitas melalui tari Kethek Ogleng. Orientasi itu diantaranya adalah Orientasi Keagamaan atau religi, Orientasi Solidaritas, orientasi komunikasi, orientasi kekeluargaandan Orientasi Integratif. Simpulan dari penelitianini yaitu tari Kethek Ogleng merupakan tari yang digunakan sebagai penyalur bagi para pelaku seni yang ada di Komunitas Condro Wanoro.Kata kunci : Tari Kethek Ogleng, Bentuk Tari, Ekspresi Komunitas. Abstract The Expression is a result of the manifestation from emotion. It was also the process to respond the way emotion proposed. This article will strives a Kethek Ogleng which is belong to the bridge among dance participants of Condro Wanoro Community. This dance form was created to present a new nuance from the country side. Generally it was also presented by individual,  duet or in a group. This article will examine the Kethek Ogleng dance form in Tokawi Village, Kecamatan Nawangan and why they have Condro Wanoro Community which was supporting thir dance form. Choreograplically this article will use. Y. Sumandiyo Hadi concepts of dance choreography’s as recreasional form. Another side it is also examine the many aspects of Choreog- raphy. There is another concept of arts as community expression from Stephanie Ross. From this concept this article will expose several orientation of community like, religion orientation, soli- darity orientation, communication orientation, family orientation, and integrative orientation. The perspective will use in this article called ethnochoreological perspective and practically using dance ethnography method.Keywords: Tari Kethek Ogleng, Dance Form, Expression of Community.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Hadi, Y. Sumandyo.

Sosiologi Tari. Yogyakarta : Pustaka. Harymawan,R.M.A.

Dramaturgi. Bandung : CV Rosda. Santo, Joden.

“ Kamus Besar Bahasa Indonesiaâ€.

Jakarta : Balai Pustaka.

Koentjaraningrat.

.†Manusia dan Kebudayaan di Indone- sia†Jakarta: Djambatan.

Koentjaraningrat.

Kebudayaan Jawa. Jakarta : Balai pustaka.

Permana Padmodarmaya. 1983 “ lantai Pentasâ€.

Ross, Stephanie.

The Dictionary of art. New York: Grove’s Dictinories inc.

Soedarsono.

Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisas.Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi departemen

pendidikan dan Kebudayaan.

Tasman, agus.

Buku Pegangan Mata Kuliah Analisa Gerak dan Karakter. Surakarta : Sekolah Tinggi Seni Indonesia, 1996.

NARASUMBER

Sutiman, 75 tahun, tokawi, pencipta tari Kethek Oglngeng dan Penari Tari Kethe Ogleng.

Sukisno, 57 tahun, tokawi, Ketua Komunitas Condro Wanoro.

Jumino, 69 tahu, Tokawi, sesepuh Komunitas Condro Wanoro dan Penari KethekOgleng.