TOPENG BABAKAN CIREBON 1900-1990

Authors

  • Toto Sudarto Jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.33153/grt.v15i2.2425

Abstract

Abstrak Topeng Babakan Cirebon dalam perjalanannya telah menjadi suatu tonggak yang ikut mewarnai perjalanan sejarah tari di Jawa Barat. Penelitian ini mengungkap perubahan dan perkembangan Topeng Babakan dari tahun 1900 sampai 1990. Kajian terhadap permasalahan tesis ini menggunakan metodologi sejarah, dengan bantuan ilmu sosial dan kebudayaan. Topeng Babakan merupakan seni pertunjukan rakyat yang dalam penyajiannya masih berkaitan dengan upacara-upacara tradisi, seperti ngunjung, mapagsri, ngarot dan lain-lain. Penyebarannya di Jawa Barat bermula dari pertunjukan yang dilakukan secara berkeliling atau bebarang (ngamen) pada awal abad ke-20. Hal ini menarik perhatian kaum menak (bangsawan) untuk mempelajari ketrampilan para dalang topeng Cirebon. Perkembangan berikutnya tarian ini banyak mempengaruhi bentuk tari-tarian yang ada di wilayah Priangan dan Jawa Barat secara umum. Pasang surut kegiatan pementasan Topeng Babakan banyak dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat yang mudah berubah seiring dengan perkembangan zaman serta teknologi informasi. Kata kunci: Topeng Babakan, bebarang, perubahan dan perkembangan. Abstract Throughuot the course of its journey, topeng babakan Cirebon has became a milestone, which has coloured the course of the history of dancein West Java. This research discovers the changes and developments in topeng babakan from 1900 to 1990. The study of the subject of this tesis used a historical approach, with the aid of social and cultural studies. Topeng Babakan is a performing folk art, the performance of which is still related to traditional ceremony such as ngunjung, mapag sri, ngarot, and so on. It spread through West Java, begining as a traveling show or bebarang (troupe of performing beggars) at the start of the 20th century.This drew the attention of the aristocrats or menak, to learn the of Cirebon masked theater. In it subsequent development, this dance greatly influenced other dance forms in the Priangan region and in West Java in general. The rise and fall of topeng babakan performance activities was largely influenced by developments of the age, and developments technology and communication. Keyword: topeng babakan, bebarang, changes, and developments.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anis Sujana. 1993. “Tayuban Di Kalangan Bupati Dan Priyayi Di Priangan Pada Abad Ke-19 Dan Ke-20", Tesis, Program Studi Sejarah. Yogyakarta: Fakultas Pasca

Sarjana Universitas Gadjah Mada.

Drooglever P.J. dan M.J.B. Schouten.1992. Officiele Bescheiden Betreffende De

Nederlands-Indonesische Betrekkingen 1945- 1950, Vol.CXXI, Nederland: ‘s-

Gravenhage.

Endo Suwanda. 1990. “Seniman Cirebon Dalam Konteks Sosialnya†dalam Seni Pertunjukan Indonesia, Tahun I No,1., Surakarta:

Yayasan Masyarakat Musikologi Indonesia.

Juju Masunah. 1996/1997. “Sawitri Seniman Topeng Cirebon di Tengah Perubahan Sosial Budayaâ€, Tesis S2, Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Kuntowijoyo. 1994. Metodologi Sejarah, Yogyakarta: PT. Tiara Wacana.

Maman Surjaatmadja. 1980. “Topeng Cirebon Dalam Perkembangan Serta Peranannya Dalam Masyarakat Jawa Barat Khususnya Di Daerah Cirebonâ€,

Bandung: Laporan Penelitian, ASTI Bandung.

Maman Surjaatmadja dan Atja. 1970 “Dramatari Ramayana Nasional Gaya

Sundaâ€, Yogyakarta: Seminar Dramatari Ramayana Nasional.

Pegeaud, Th. 1938 Javaanse Volksvertoningen, Batavia: Volkslectuur.

Risyani, et. Al. 1984/1985 “Pertunjukan Topeng Cirebon Suatu Studi Tentang Tata Cara Penyajian Topeng Hajatanâ€, Bandung; Proyek Pengembangan ASTI

Bandung.

Sal Murgianto. 1993. “Tontonan Cirebonâ€, dalam Ketika Cahaya Memudar Sebuah Kritik Tari, Jakarta: Deviri Ganan.

Serrurier. 1896. De Wajang Poerwa, Leiden: Boekhanden En Drukkerij.

Soedarsono, RM. 1972. Jawa dan Bali Dua Pusat Perkembangan Drama Tari Tradisional Di Indonesia, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Soedarsono, RM.1998. Seni Pertunjukan Indonesia di EraGlobalisasi, Jakarta: Direktorat Jendral Volume 15 No. 2 Desember 2016 139 Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1998.

Martakusumah, Tb. O. 1972. “Pandangan Tentang Tari Sunda Pada Dewasa Iniâ€, 4 Mei.

Kompas, Jakarta, 26 Juni 1977

Pikiran Rakyat, Bandung, 18 Maret 1972.

Pikiran Rakyat, Bandung, 5 November 1974

.

NARASUMBER

R. Effendi Kartadikusumah, 60 tahun, Sumedang, Seniman Tari.

Sawitri, 75 tahun, Losari, dalang Topeng Losari.

Soleh, 75 tahun, Bongas, Bodor pada grup Dasih/ Nesih.

Downloads

Published

2019-03-29

Issue

Section

Articles