TARI BANTENGAN DI DUSUN RANDEGAN, DESA JATIREJO, KABUPATEN MOJOKERTO

Mohammad Choerul Anam, F. Hari Mulyatno

Abstract


Bantengan Dance is a dance depicting bull animals at war. The name of the Bantengan is taken because it adjusts to the bull animal as the main character in the Bantengan presentation. Based on the explanation above, the issue is formulated Related to the following problems: 1. How is the development of Bantengan dance at Dususn Randegan, Jatirejo village, Mojokerto Regency?, 2. How to form a Bantengan dance in the hamlet of Randegan, Jatirejo village in Mojokerto Regency?. This writing uses Sri Rochana’s opinion Widyastutieningrum that the development is an effort to package and make renewal of better direction and give new breath to the existing arts. The target of research is the issues related to the problems formulated above. This writing uses qualitative research methods that focus on the peculiarities and specificity of the object. This writing data is gathered with library studies, field observations, interviews, documentation, data analysis techniques. Results showed that the development of the form of dance presentation Bantengan want to show the presentation becomes more interesting and still enthused by the supporting community. The development of the Bantengan dance form is influenced by internal factors and external factors. Internal factors are the creativity of artists and leaders. External factors are government, technological developments, people’s outreach, social conditions and other performing arts competition. Keywords: Bantengan dance, development.

Full Text:

PDF

References


Danandjaya, James. Folklor Indonesia Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain. Jakarta Utara: PT. Pustaka Grafitipers. 1986.

Dewi, Sisilia Dian Santika. “Tari Barongan Kucingan Pada Pertunjukan Jaranan Kelompok Seni Guyubing Budaya di Kota Blitar”. Skripsi S1 Seni Tari Institut Seni Indonesia Surakarta. 2015.

Hadi, Y. Sumandyo. Aspek-Aspek Koreografi Kelompok. Yogyakarta: eLKAPHI. 2003.

Herawati, Kezia Putri. “Reog Krido Santoso di Dusun Ngasinan Desa Sumberejo Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang”. Skripsi S1 Seni Tari Institut Seni Indonesia Surakarta. 2014.

Hariyati, Siska. “Kesenian Ebeg Paguyuban Taruna Niti Sukma di Grumpul Larangan, Desa Kembaran, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas (Studi Kasus Tentang Wuru)”. Skripsi S1 Seni Tari Institut Seni Indonesia Surakarta. 2013.

Hawkins, Alma. Mencipta Lewat Tari. Terj. Y. Sumandyo Hadi. Yogyakarta: Institut Seni Indonesia Yogyakarta. 1990.

Kartodirdjo, Sartono. Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. 1993.

Kasrath, Tessaniva Agusta. “Tari Lembu Suro Karya Parijo Parsik di Jagalan Kecamatan Jebres Surakarta”. Skripsi S1 Seni Tari Institut Seni Indonesia Surakarta. 2014.

Kayam, Umar. Seni, Tradisi, Masyarakat. Jakarta: Sinar Harapan. 1998. Kisworo, Eri. “Reyog Gemblug Sanggar Condromowo Kabupaten Tulungagung”. Skripsi S1 Seni Tari Institut Seni Indonesia Surakarta. 2014.

Koentjaraningrat. Kebudayaan Jawa Seri etnografi Indonesia No.2. Jakarta: PN Balai Pustaka. 1984.

Kuntowijoyo. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana Yogya. 1994.

. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana. 2013.

Marsitah, Emi. “Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Masuknya Tari Lenggeran Dalam Pertunjukan Ebeg Turangga Kridha Utama”. Skripsi S1 Seni Tari Institut Seni Indonesia Surakarta.

Maryono. Penelitian Kualitatif Seni Pertunjukan. Surakarta: ISI Press. 2011.

. Analisa Tari. Surakarta: ISI Press. 2012.

Mulyana, Deddy. Ilmu Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2007.

Murgiyanto, Sal. Tradisi dan Inovasi. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. 2004.

Dewi, Sisilia Dian Santika. “Tari Barongan Kucingan Pada Pertunjukan Jaranan Kelompok Seni Guyubing Budaya di Kota Blitar”. Skripsi S1 Seni Tari Institut Seni Indonesia Surakarta. 2015.

Hadi, Y. Sumandyo. Aspek-Aspek Koreografi Kelompok. Yogyakarta: eLKAPHI. 2003.

Herawati, Kezia Putri. “Reog Krido Santoso di Dusun Ngasinan Desa Sumberejo Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang”. Skripsi S1 Seni Tari Institut Seni Indonesia Surakarta. 2014.

Hariyati, Siska. “Kesenian Ebeg Paguyuban Taruna Niti Sukma di Grumpul Larangan, Desa Kembaran, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas (Studi Kasus Tentang Wuru)”. Skripsi S1 Seni Tari Institut Seni Indonesia Surakarta. 2013.

Hawkins, Alma. Mencipta Lewat Tari. Terj. Y. Sumandyo Hadi. Yogyakarta: Institut Seni Indonesia Yogyakarta. 1990.

Kartodirdjo, Sartono. Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. 1993.

Kasrath, Tessaniva Agusta. “Tari Lembu Suro Karya Parijo Parsik di Jagalan Kecamatan Jebres Surakarta”. Skripsi S1 Seni Tari Institut Seni Indonesia Surakarta. 2014.

Kayam, Umar. Seni, Tradisi, Masyarakat. Jakarta: Sinar Harapan. 1998. Kisworo, Eri. “Reyog Gemblug Sanggar Condromowo Kabupaten Tulungagung”. Skripsi S1 Seni Tari Institut Seni Indonesia Surakarta. 2014.

Koentjaraningrat. Kebudayaan Jawa Seri etnografi Indonesia No.2. Jakarta: PN Balai Pustaka. 1984.

Kuntowijoyo. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana Yogya. 1994.

. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana. 2013.

Marsitah, Emi. “Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Masuknya Tari Lenggeran Dalam Pertunjukan Ebeg Turangga Kridha Utama”. Skripsi S1 Seni Tari Institut Seni Indonesia Surakarta.

Maryono. Penelitian Kualitatif Seni Pertunjukan. Surakarta: ISI Press. 2011.

. Analisa Tari. Surakarta: ISI Press. 2012.

Mulyana, Deddy. Ilmu Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2007.

Murgiyanto, Sal. Tradisi dan Inovasi. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. 2004.




DOI: https://doi.org/10.33153/grt.v18i2.2872

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Greget Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Tari



___________________________________________________________
GREGET: Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Tari
ISSN 1412-551x (print) | 2716-067x (online)
Published by  Institut Seni Indonesia Surakarta
W : https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/greget/index
E : greget@isi.ska.ac.id

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0