KAJIAN BUSANA TOKOH DRUPADI WAYANG KULIT PURWA GAGRAK SURAKARTA DENGAN PENDEKATAN ESTETIKA
DOI:
https://doi.org/10.33153/texture.v3i2.2808Abstract
ABSTRAK
Wayang merupakan salah satu hasil kebudayaan Jawa yang memilikicerita serta tokoh yang beranekaragam. Wayang sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia memiliki keistimewaan, bahwa budaya adiluhung dalam wujud pergelaran wayang kulit ini penuh dengan ajaran dan falsafah hidup yang sangat tinggi tarafnya. Drupadi sebagai tokoh wayangkulit Purwa dalam cerita Mahabharata memiliki banyak falsafah dan tuntunan dalam perjalanan hidupnya. Memiliki keistimewaan seperti kelahiran yang berasal dari sesaji, serta busana yang tidak habis-habis saat dilucuti Dursasana. Setiap bagian busana dikenakan Drupadi tersebut memiliki makna yang menarik untuk dikaji lebih mendalam. Bagian tersebutseperti, Gelung Keling, Sumping Waderan, Rambut Gendhong, Jamang Sada Saeler, Kemben, Dodot, Samparan, Cincin Sesupe Tajuk, Gelang, Kalung, Kelat Bahu. Bagian-bagian busana akan dikaji menggunakan pendekatan Estetika melalui simbol, makna, daya dari Agus Sachari. Melalui pemahaman tersebut, akan menyingkap simbol makna dan daya yang berkaitan dengan jalan hidup Drupadi yang mengalami banyak cobaan dan kebudayaan masyarakat Jawa melingkupi. Busana Drupadi masa dewasa wayang kulit purwa gagrak Surakarta pada hakekatnya merupakan perlambangan dari seorang wanita Jawa yang sederhana.
Kata Kunci: Wayang Kulit Purwa, Drupadi, Kajian Busana Drupadi, Estetika, Simbol, Makna, Daya.
ABSTRACT
Puppet is one of the results of Javanese culture that has a many story and character. Puppet as part of Indonesian culture has a feature, that the valuable culture in the form of shadow puppet shows is full of teachings and philosophies of life that are very high level. Drupadi as Purwa puppet character in the Mahabharata story has many philosophies and guidance in his life journey. It has uniqueness such as births that come from offerings, clothing that is not inexhaustible when stripped by Dursasana. Every part of the clothes worn by Drupadi has interesting meanings for deeper study. The sections are like, Gelung Keling, Sumping Waderan, Gendhong Hair, Jamang Sada Saeler, Kemben, Dodot, Samparan, Sesupe TajukRing, Bracelets, Necklaces, Shoulder Bands. The parts of cloths will be studied using Aesthetic approach through symbols, meanings, power from Agus Sachari. Through this understanding, it will reveal the symbols of meaning and power related to the way of life of Drupadi who experienced many trials and the culture of the Javanese people surrounds. Drupadi's costume in adult puppets purwa gagrak Surakarta is essentially a symbol of a humble Javanese woman.
Keywords: Purwa Puppet, Drupadi, Study of Drupadi Clothing, Aesthetics, Symbols, Meanings, Power.
Downloads
References
KEPUSTAKAAN
Ajidarma, Seno Gumira. 2017. Drupadi Perempuan Poliandris. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Anderson, Benedict R.O’G. 1965. Mythology and the Tolerance of the Javanese. Ithaca, New York: Southeast Asia Program Department of Asian Studies Cornell University.
Endraswara, Suwardi. 2017. Antropologi Wayang; Simbolisme, Mistisisme, dan Realisme Hidup. Yogyakarta: Morfalingua.
__________. 2018. Falsafah Hidup Jawa. Yogyakarta: Cakrawala.
Hardjowirogo.1968. Sedjarah Wajang Purwa. Jakarta: Balai Pustaka.
__________.1989. Sedjarah Wajang Purwa. Jakarta: Balai Pustaka.
Heroesoekarto. 1988. Peranan Wanita dalam Pewayangan. Surabaya: PT. Citra Jaya Murti.
Koentjaraningrat. 1990. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.
Lisbijanto, Herry. Wayang. 2013. Jakarta: Graha Ilmu.
Mulyono, Sri. 1978. Wayang dan Karakter Wanita. Jakarta: Gunung Agung.
__________. 1989. ¬Wayang, Asal-Usul, Filsafat dan Masa Depannya. Jakarta: CV Haji Masagung.
__________. 1983. Wayang dan Karakter Manusia. Jakarta: PT. Inti Idayu Press.
Purwadi. 2007. Busana Jawa (Jenis-jenis Pakaian Adat, Sejarah, Nilai Filosofis dan Penerapannya). Yogyakarta: Pura Pustaka Yogyakarta.
Rahayu, Apriastuti. 2006. Drupadi Perempuan Mahabharata yang Teguh Hati. Jakarta: PT Gramedia.
Sachari, Agus. 2002. Estetika (Makna, Simbol dan Daya). Bandung: ITB Press.
__________. 2005. Metodologi Penelitian Budaya Rupa. Jakarta: Erlangga.
Sharma, Kavita A. 2006. Perempuan-Perempuan Mahabarata. Jakarta: Gramedia.
Siswomihardjo, Oetari dan Prawirohardjo. 2011. Pola Batik Klasik: Pesan Tersembunyi yang Dilupakan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Soegiyanto. 2000. Dinasti Bharata. Surakarta: CV Widya Duta.
Soekatno. 1992. Mengenal Wayang Kulit Purwa. Semarang: CV. Aneka Ilmu
Soetarno dan Sarwanto.2010. Wayang Kulit dan Perkembangannya. Surakarta: ISI Press Solo.
Soewirjo, Budi Adi. 1997. Kepustakaan Wayang Purwa. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama.
Solichin. 2017. Filsafat Wayang Sistematis. Jakarta: Senawangi.
Sujamto. 1992. Wayang & Budaya Jawa. Semarang: Dahara Prize.
Sunardi. 2008. Baratayudha. Jakarta: Balai Pustaka.
Sunarto. 1989. Wayang Kulit Purwa Gaya Yogyakarta. Jakarta: Balai Pustaka.
Sutardjo. 2008. Sejarah Wayang Purwa. Yogyakarta: Panji Pustaka.
Toekio, Soegeng. 2000. Kekriaan Indonesia. Surakarta: Sekolah Tinggi Seni Indonesia.
Wardani, Nugraheni Eko dan Endang Widiyastuti. 2014. Jenis-Jenis Teater Wayang Di Surakarta. Surakarta: UNS Press.
Widyastuti, Sri Harti. Mengenal Feminisme Jawa (Catatan Awal dari Beberapa Karya Sastra Jawa). Kejawen Jurnal Kebudayaan Jawa Vol. 1 No. 1. September 2005. Yogyakarta: Narasi.
Winarjo, Suratno Guna. 1994. Kempalan Balungan Lampahan Wayang Kulit Purwa. Sukoharjo: CV. Cendrawasih.
Wirastodipuro. 2006. Ringgit Wacucal; Wayang Kulit; Shadow Puppet. Solo: ISI Press.
Yasasusastra, Syahban. 2011. Mengenal Tokoh Pewayangan. Yogyakarta: Pustaka Mahardika.
Narasumber:
Ki Manteb Sudarsono, sebagai seorang Dalang.
Ki Ngabehi Edi Sulistyono, S.Sn., M.Hum., sebagai seorang Dalang, anggota RRI Surakarta dan Mangkunegaran.
Ki Purbo Asmoro, S.Kar., M.Hum., sebagai seorang dalang dan dosen Institut Seni Indonesia di Surakarta.
Bambang Suwarno, S.Kar., M.Hum., sebagai seorang dalang serta pembuat wayang, dan dosen Institut Seni Indonesia di Surakarta.
Ki Ngabehi Eko Prasetyo, M.Sn., anggota Mangkunegaran serta Wakil Direktur I ASGA.
Sih Hanto, sebagai seorang penatah wayang serta pengurus Balai Agung Surakarta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Author continues to retain the copyright if the article is published in this journal. The publisher will only need publishing rights