ERAN SEMAR, GARENG, DAN PETRUK DALAM PERTUNJUKAN WAYANG KULIT PALEMBANG LAKON PRABU UKIR GELUNG NEGAK BLABAR KAWAT

J., Johansyah, I Nyoman Murtana

Abstract


In responding to the cultural and traditional development in Palembang, the writer tries to analyze
an interesting phenomena on wayang kulit performance in Palembang involving theater Dulmuluk
artists appointed by the dalang to take the roles of Semar, Gareng, and Petruk in lakon Prabu
Ukir gelung Negak Blabar Kawat. The research is analized by using the theories of dramaturgi,
role, structure, and creativity. The data is collected by using descriptive analysis method. The
finding shows that the performance gets a good respond from the audience because of the
presence of Semar, Gareng, and Petruk. Their presence in the performance has made a
change to the performance structure and has given a good enthusiasm to the audience.
Keywords: wayangkulit Palembang, Semar, Gareng, Petruk, role.

Full Text:

PDF

References


Groenendael, Victoria Maria Clara van. 1978.

Dalang di Balik Wayang. Jakarta: Grafiti

Press. Hal.325-329.

Kats, J. 1923. Het Javaansche Toonel I: Wajang

Poerwa. Weltenvreden: Comissie Voor

Volkslectuur,. Hal. 180-186.

Kayam, Umar. 1981. Seni Tradisi Masyarakat.

Jakarta: Sinar Harapan, Hal. 39.

_________. 2001. Kelir Tanpa Batas.

Yogyakarta: Gama Media Untuk Pusat

Studi Kebudayaan (PSK) UGM Dengan

Bantuan The Toyota Foundation,.

Hal.159.Kuntowidjoyo. 1984. Budaya dan Masyarakat.

Yogyakarta: Tiara Wacana, Hal.32.

Mulyono, Sri. 1976. Wayang, Asal-usul, Filsafat,

dan Masa Depannya. Jakarta: Gunung

Agung,. Hal. 85;87.

Munandar, Utami. Kreativitas dan

Keberbakatan. Jakarta: PT Gramedia

Pustaka Utama, 1999. Hal. 23; 30.

Nojowirongko. 1960. Serat Tuntunan

Pedalangan Tjaking Pakeliran

Lampahan Irawan Rabi. Jogjakarta:

Tjabang Bagian Bahasa Djawatan

Kebudajaan Departemen P.P. dan K,

Hal. 58.

Rustopo [Ed.]. 1991. Gendhon Humardan

Pemikiran dan Kritiknya. Surakarta:

STSI Press, Hal. 138.

Saleh, Abdullah dan Dalyono. R. 1996. Kesenian

Tradisional Palembang Teater

Dulmuluk. Palembang: Kantor

Departemen Pendidikan dan

Kebudayaan Kotamadia Palembang.

Sarwanto. 2012. Kehadiran Anom Suroto dan

Rebo Legen Bagi Masyarakat Pecinta

Wayang. Surakarta: ISI Press, Hal. 73.

Soedarsono. 1999. Metode Penelitian Seni

Pertunjukan Indonesia dan Seni Rupa.

Bandung: Masyarakat Seni

Pertunjukan Indonesia, Hal.1-2.

Sudibyoprono, R. Rio. 1990. Ensiklopedi

Wayang Purwa I (Compendium).

Jakarta: Departemen Pendidikan

dan Kebudayaan. Sumari. Wayang

Palembang. Sejarah dan

Perkembangannya. Materi Workshop

Pengenalan Wayang Palembang, 29-

September 2013, 2013. Hal. 3; 6;

; 10.

Supanggah, Rahayu, 2007. Bothekan Karawitan

II: Garap. ISI Press, Hal. 292.

Tasman, A. 2008. Analisa Gerak dan Karakter.

Surakarta: ISI Press, Hal.67.




DOI: https://doi.org/10.33153/lakon.v11i1.2151

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Lakon Jurnal Pengkajian & Penciptaan Wayang



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

ISSN 1829-5835 (print)

Jurnal Lakon indexed by: