GALERI KOTA SURAKARTA SEBAGAI ALTERNATIF DESAIN REVITALISASI PASAR GEDHE SURAKARTA

Akhmad Sidiq Fathoni, Dhian Lestari Hastuti

Abstract


ABSTRAK

 

Kota Surakarta sejak 2012 mempersiapkan diri menjadi salah satu Kota Kreatif berbasis desain. Sehubungan dengan hal tersebut maka perlu adanya pembangunan dan pembenahan infrasturktur kota salah satunya fasilitas ruang publik galeri kota. artikel ini adalah hasil dari Revitalisasi Interior PasarGedhe sebagai Galeri Kota. Galeri kota diharapkan dapat menjadi Hub kreatif di bidang industri kreatif sekaligus sebagai destinasi wisata. Berdasarkan hal tersebut maka PasarGedhe revitalisasinya menerapkan konsep adaptasi. Desain interior Galeri Kota Surakarta menerapkan tema Kota Kreatif dan mengangkat gaya interior Avant Garde, keduanya dicapai melalui metode desain visual perception dan visual impression dari John F. Pile. unsur visualperception berupa bidang segitiga lingkaran dan persegi, sedangkan untuk colourscheme menerapkan warna orange sebagai simbol warna kreatif. komposisi unsur visualperception menghasilkan visualimpression atau suasana ruang menarik dan inovatif  PasarGedhe sebagai Hub kreatif diwujudkan dalam beberapa ruang yaitu tourism information center area,souvenir shop area, area galeri kota, culinary shop area, training workshop area, workshop area, dan ruang kantor pengelola.

 

Kata kunci:kota kreatif, PasarGedhe, Galeri Kota, Hub Kreatif, AvantGarde

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

Surakarta since 2012 prepare to become one of the city-based Creative Design. With respect to the need for it development and revamping the City’s infrastruktur one of the facilities the public space of the City Gallery. This article is the result of the revitalization of the Interior Pasar Gedhe as City Gallery. Gallery of the town expected to become the creative Hub of creative industry in the areas as well as tourist destinations. Based on the concept of applying revitalization Pasar Gedhe adaptations. Interior design gallery Surakarta City themes apply creative and Avant Garde interior style lifting, both achieved through the method of visual design impression of the John f. Pile. Element of visual perception in the form of a circle and a square triangle areas, while for colour scheme apply the colour orange as a symbol of creative colour. The composition of the visual perception visual element generate the impression of space or the atmosphere is exciting and innovative creative Hub Pasar Gedhe ad manifested in some space that is tourism information center area, souvenir shop area, the gallery area of the city, the culinary shop area, training workshop area, workshop areas, and office space. 

 

Keywords:Creative City, PasarGedhe, CityGallery, Creative Hub, AvantGarde


Full Text:

PDF

References


Adelia Nugroho, Maria. “Perancangan Interior Galeri Batik Semar di Surabayaâ€. Skripsi untuk mencapai derajat Sarjana S-1 pada Universitas Kristen Petra, 2014

Aliyah, Istijabatul, dkk. Jurnal Gema Teknik No.2, 2007. Jurnal Peran Pasar Tradisional Dalam Mendukung Pengembangan Pariwisata Kota Surakarta

DK. Ching, Francis. 2011. Desain Interior dengan Ilustrasi (Edisi Kedua). Jakarta: Erlangga.

Djelantik, A.A.M. 1999. Estetika: Sebuah Pengantar. Jakarta: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Detlef Mertins and Michael W. Jenings. 2010. Avant Garde Journal of Art. Los Angles. Getty Research Institute

Ebdi Sanyoto, Sadjiman. 2009. NIRMANA Elemen-elemen Seni dan Desain. Yogyakarta: JALA SUTRA

F. Pile, John. 1988. Interior Design. New York: Harry N. Abrams, Inc..

Hukma Haq, Fahmi. “Desain Interior Walt Disney Galeri di Surakartaâ€. Skripsi untuk mencapai derajat Sarjana S-1 pada Universitas Sebelas Maret, 2011

Jenks, Chalesn, The New Classicism in Art and Architecture, London, 1987

Kartika, Dharsono Sony. 2004. Pengantar Estetika. Bandung: Rekayasa Sains.

Restrepo, Felipe Buitrage dan Marquez, Ivan Doque. Orange Economy. Colombia: Puntoaparte Bookvertising

Suptandar, Pamudji. 1999. Desain Interior. Jakarta: Djambatan.

Surat Kabar

â€Bentuk Zona-Zona Kreatif Beri Tempat Masyarakat Solo untuk Berkreasiâ€, dalam KOMPAS, 12 Februari 2015

“Hadi Rudyatmo:Kreativitas yang Berbudaya†dalam KOMPAS, 17 Februari 2015

“Kerja Sama untuk Solo: Memaksimalkan Potensi untuk Jadi Kota Kreatif†dalam KOMPAS, 16 Februari 2015

“Seminar Kota Kreatif†dalam SOLOPOS, Tim SOLOPOS. 16 Februari 2013

Narasumber

Rully Novianto, 51 tahun, Surakarta, Tim SCCN (Solo Creative City Network), 23Agustus2016 pukul 10:35 WIB

Sumber Internet

http://www.unesco.org/new/en/culture/themes/creativity/creative-cities-network/about-creative-cities/ diakses pada tanggal 19 April 2015, pukul 23.02 WIB

http://jogja.in/14-sub-sektor-industri-kreatif-di-indonesia/#.VTNCuyHtmko (Diakses pada Minggu 19 April 2015, pukul 13:15 WIB




DOI: https://doi.org/10.33153/pendhapa.v9i1.2405

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Pendhapa




Pendhapa
ISSN 2086-8138 (print) |2745-7249  (online)
Organized by Program Studi Design Interior, Fakultas Seni Rupa dan Design
Published by Institute Sent Indonesia (ISI) Surakarta, Indonesia
Website: https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/pendhapa
Email: pendhapa@isi-ska.ac.id

 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0

View Pendhapa Stats