TEMBANG MACAPAT DALAM PENGEMBANGAN BENTUK MUSIKALNYA

Main Article Content

D., Darsono

Abstract

Tembang macapat merupakan salah satu karya sastra Jawa yang pernah mengalami jaman keemasan sekitar abad XVIII. Secara instrinsik mengandung dua unsur seni yaitu seni sastra dan seni musik (suara). Dari segi musikalnya, tembang macapat memiliki ciri-ciri di antaranya: lagu dan cengkok
sederhana, tempo sedang, perubahan laya mendukung cerita, artikulasi yang jelas, ritme yang mendukung isi dan suasana cerita dan pernapasan diatur sesuai dengan isi kalimat dan tidak memutus kata. Meskipun demikian, sejalan dengan perkembangan seni karawitan, tembang macapat tidak sekedar memenuhi ciri-ciri tersebut, melainkan juga mengalami beberapa pengembangan dari segi
bentuk dan rasa musikalnya.
Kata kunci: pengembangan, musikal, macapat.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Arintaka. 1981. Sekar Macapat Jilid 1 & 2.

Yogyakarta: Dina sP & K DIY.

Arps, B. 1991. “Antara Nembang dan Maca:

Dampak Ilmu Pengetahuan dan

Tehnologi Modern Pada Pembacaan

Puisi Jawa Tradisional di Yogyakartaâ€.

dalam Seni Pertunjukan Indonesia, Jurnal

Masyarakat Musikologi Indonesia, 2 (2), hal.

-118, 1991a.

Darsono dkk. 1995. “Perkembangan Musikal

Tembang Macapatâ€. Laporan Penelitian,

Surakarta: STSI.

Hardjowirogo R. 1952. Serat Pathokaning Nyekar.

Jakarta: Balai Pustaka.

Hastjarjo, G.S. 1979/1980. Macapat jilid I,II III.

Surakarta: Sub Proyek ASKI Proyek

Pengembangan IKI.

Moehanto, B. 1987. Tuntunan Sekar Macapat.

Pemalang: SV Mitra Utama.

Rochkyatno, A. 1998. Tembang Macapat yang

Tersurat dan Tersirat dalam

Menanggapi Perubahan Sosial.

Yogyakarta: Fakultas Sastra UGM

Yogyakarta.

Saputra, K.H. 1992. Pengantar Sekar Macapat.

Depok: Fakultas Sastra Universitas

Indonesia.

Warsapradangga. 1920. “Sesorah Bab Gamelanâ€.

Surakarta: Manuskrip Koleksi

Perpustakaan Reksa Pustaka

Mangkunagaran.