PERKEMBANGAN MUSIK KERONCONG DI RICHMOND VIRGINIA AMERIKA SERIKAT

Danis Sugiyanto, Nanang Bayu Aji

Abstract


Keroncong music is music that has an open nature, this can be seen from the history of music development which always receives various developments both from outside the music Keroncong also always develops developments from within in terms of instrumentation and orchestration. Keroncong music not only flourishes and develops in the archipelago but also grows abroad as happened in the United States. The Keroncong Orchestra (OK) Rumput from Richmond Virginia is a group that is steadly spreading the keroncong music culture that is viral in America and the world. Keroncong music is not only studied musically but also forms the basis of cultural learning for its supporters. The concept of collaboration and philosophy in keroncong music helps strengthen world friendship through the humanitarian field.

Keywords: keroncong music development, keroncong Rumput orchestra.


Full Text:

PDF

References


Kepustakaan

Antonio Pinto, Da Franca. 1985. Portuguese Influence in Indonesia. Lisbon: Calouste Gulbenkian Foundation.

Ardi Alvianto, Wibi, and Wagiman Joseph. 2012. “Eksistensi Grup Keroncong Gema Irama Di Desa Gedongmulya Kecamatan Lasem.” Jurnal Seni Musik 1: 12–21.

Asriyani, Nur, and Abdul Rachman. 2019. “Enkulturasi Musik Keroncong Oleh O.K Gema Kencana Melalui Konser Tahunan Di Banyumas.” Musikolastika: Jurnal Pertunjukan Dan Pendidikan Musik 1: 74–86.

Becker, Judith. 1975. “Kroncong, Indonesia Popular Music.” Asian Music 15: 14– 19.

Bramantyo, Triyono. 2001. “Portuguese Elements in Eastern Indonesia’s Folk Tunes.” SENI: Jurnal Pengetahuan Dan Penciptaan Seni 8.

Darini, Ririn. 2012. “Keroncong: Dulu Dan Kini.” Mozaik: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Dan Humaniora 6: 19–31.

Desrilland. 2001. “Keroncong Musik Khas Indonesia: Sebuah Kajian Musikologis.” Universitas Gadjah Mada.

Djohan. 2009. Psikologi Musik. Yogyakarta: Best Publisher.

Ganap, Victor. 2006. “Pengaruh Portugis Pada Musik Keroncong.” Harmonia.

Gunara, Sandi. 2010. “Pemberdayaan Peran Sekolah Dalam Meningkatkan Apresiasi Seni Di Masyarakat.” Ritme: Jurnal Seni Dan Pengajaran 8: 50–60.

Harmunah, S.Mus. 1987. Musik Keroncong Sejarah, Gaya Dan Perkembangan. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi.

Mintargo, Wisnu. 2017. “Akulturasi Budaya Dalam Musik Keroncong Di Indonesia.” Nuansa 1: 10–22.

Prakosa, Gilang Ryand, and Slamet Haryono. 2012. “Improvisasi Permainan Cello Pada Permainan Irama Jenis Langgam Jawa Grup Orkes Keroncong Harmoni Semarang.” Seni Musik 1: 68–76.

Rachman, Abdul, and Udi Utomo. 2018. “‘Sing Penting Keroncong’: Sebuah Inovasi Pertunjukan Musik Keroncong Di Semarang.” Jurnal Pendidikan Dan Kajian Seni 3: 47–63.

Ratna Sari, Dani. 2015. “Perkembangan Musik Keroncong Di Surakarta Tahun 1960- 1990.” Avatara 3: 139–52.

Ratnaningsih, Titis Srimurni, and Titik Sriastutik. 2018. “Kepastian Hukum Hak Cipta Dan Sarana Publikasi Sebagai Upaya Pelestarian Keroncong Di Kabupaten Lumajang.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Ipteks 4: 9–16.

Sri Widjajadi, R.Agoes. 2005. “Menelusuri Sarana Penyebaran Musik Keroncong.” Harmonia 6.

Sugiyanto, Danis. 2012. “Kolaborasi Musik Keroncong: Sebuah Tantangan Masa Depan.” Surakarta.

Tsabiqul Fikri, Mohammad, and Zulkarnain Mistortoify. 2017. “Prospel: Kemunculannya Pada Musik Keroncong.” Dewa Ruci 12: 51–61.

Widyanta, Nugrahanstya Cahya. 2017. “Efektivitas Keroncong Garapan Orkes Keroncong Tresnawara Terhadap Audiensi Generasi Muda.” Kajian Seni 3: 165–80.

Volume 19 Nomor 2 Bulan November 2019

Wiflihani. 2017. “Keunikan Empat Karya Musik Kontemporer Pada Gelaran Seremonialita Javid Nama Tanaka Manalu.” Gondang 1.

Daftar Narasumber

Andi Prihtyastoko, 58 tahun, tokoh musik keroncong Yogyakarta.

Andy McGraw, professor musik di University of Richmond.

Budiyono, 52 tahun, seniman keroncong Surakarta.

Hannah Standiford, mahasiswa penerima Fulbright tahun 2018.

Martanto (Canthing), 50 tahun, seniman keroncong Surakarta

Sunarto, 72 tahun, senior keroncong kota Solo, mantan Pimpinan ROS

Seksi Kroncong Asli RRI Surakarta.

Wartono, ketua Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia (HAMKRI) Surakarta

Wawan Liswanto, 51 tahun, seniman keroncong Surakarta.

Wilbordus Sumarno, 60 tahun, pemerhati keroncong

Yessy Rianto, 47 tahun, seniman keroncong Surakarta




DOI: https://doi.org/10.33153/keteg.v19i2.3080

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Keteg: Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Keteg: Jurnal Pengetahuan, Pemikiran, dan Kajian Tentang Bunyi.
ISSN 1412-2064
Published by Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI Surakarta)
W: https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/keteg
E: keteg@isi-ska.ac.id

 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0