CENGKOK SINDHEN BERGAYA POP SEBAGAI PENDUKUNG INDUSTRI HIBURAN

Siswati Siswati

Abstract


Penelitian ini mengkaji mengenai munculnya sindhen di acara-acara televisi dan dunia maya dengan tampilan yang berbeda. Perbedaan tampilan ini mengacu pada sajian lagu-lagu pop yang berbeda dari sindhen pada umumnya. Hipotesis terkait dengan perubahan tampilan berupa lagu lintas genre tersebut, bahwasanya para sindhen mempunyai tujuan utama eksistensi yang berdampak pada penghasilan finansial. Penggunaan kata “sindhen” sebagai label industri akan merubah makna sindhen yang sesungguhnya. Penelitian ini mengambil sampel sindhen yang
terjun ke musik lintas genre. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian adalah ekonomi merupakan aspek kuat yang melatarbelakangi kemauan untuk menjadi sindhen lintas genre. Dikotomi status sosial dalam masyarakat bahwa memegang erat posisi seni tinggi dan seni rendah. Hal tersebut menjadikan seseorang merasa mempunyai beban kultural sehingga membatasi kebebasan ekspresi dalam dirinya. Serta menjaga kualitas dengan latihan.


Kata kunci: cengkok sindhen, lintas genre, gaya pop, industri hiburan.


Abstract


This study examines the emergence of sindhen in television shows and cyberspace with different views. This display difference refers to the dish of pop songs that are different from sindhen in general. The hypothesis associated with the change of appearance in the form of songs across the genre, that sindhen have the main purpose of existence that impact on financial income. The use of the word “sindhen” as an industry label will change the true meaning of sindhen. This study takes samples of sindhen that plunge into music across genres. The research method used is qualitative with case study approach. The result of this research is economics is strong aspect which is background of willingness to become sindhen cross genre. The dichotomy of social status in society that holds tightly the position of high art
and low art. It makes a person feel has a cultural burden that limits freedom of expression in him. As well as maintaining quality with practice.


Keywords: cengkok sindhen, cross genre, pop style, entertainment industry .


Full Text:

PDF

References


Budiarti, M. (Desember 2013),”konsep kepesindenan dan Elemen-Elemen Dasarnya” dalam Harmonia, Volume 13, no 2

Budiarto, C.Teguh . 2001. Musik Modern dan Ideologi Pasar. Yogyakarta: Tarawang Press

Caturwati. 2005. Sinden-penari diatas dan diluar panggung : kehidupan sosial budaya para sindhen-penari kliningan jaipongan di wilayah subang jabar, Yogyakarta, UGM

Djohan. 2003. Psikologi Musik. Yogyakarta: Buku baik Hargreaves, David. J. Dan Adrian C. North (Terj.)1997. The Social of psychology of Music. Oxford : University press

Jazuli, M. 2009. Popularitas Sinden. Harmonia : Jurnal Pengetahuan dan Pemikiran Seni. Vol. 9 No. 2 Hal. 85-94

Luq. (25 September 2004), “Sinden Ditinggalkan karena Penghasilan Minim * Dikbud”, Kompas. MM/ DTH/ TOP/ BRE. (8 Maret 1999), “ Sinden: Berlalunya Mitos Lama..”, Kompas.

Poerwadarminta,W.J.S. 1939. Baoesastra Djawa. Batavia: J.B Wolters Uitgrevers Maatschappij N.V. Groningen

Sartono,frans; Suwarna, Budi. (21 Maret 2010), “Balada Pesinden “Mbalelo” “, Kompas.

Sartono, Frans . ( 11 November 2007), “Musik: Peni: Sinden di Tengah Jazz”, Kompas.

Soeroso. 1999. Kamus Istilah Karawitan Jawa. Yogyakarta

Srinati, Dominic (terj). 2007. Popular Culture pengantar menuju teori Budaya Populer. Yogyakarta: Jejak TOP/ASA/BRE. (16 November 1996), “Menziarahi Dunia Sinden”, Kompas.

Zoetmulder P.J, 2011. Kamus Jawa Kuna- Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Webtografi

Candrarini, Peni, “Kekuatan sindhen kontemporer” kompas.com

Purnomo Sapto (19 Mei 2014) “Soimah siap rilis album dangdut” Liputan 6.com

Respati Sruti (3 Maret 2013)”Sruti Respati dan musim sinden naik daun “ BBC Indonesia

Soimah (15 oktober 2015) “ Soimah berani tampil beda” bintang.com

http://www.krjogja.com/web/news/read/2 77 66 9/inilah_ s inden_manca _negara

http://www.suaramerdeka.com/harian/0307/04/slo8.htm

http://www.antarajatim.com/lihat/berita/112926/endah-laras-pentas-musiktradisional-ke-jepang




DOI: https://doi.org/10.33153/ktg.v19i1.2637

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Keteg : Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang "Bunyi"



Keteg: Jurnal Pengetahuan, Pemikiran, dan Kajian Tentang Bunyi.
ISSN 1412-2064
Published by Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI Surakarta)
W: https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/keteg
E: keteg@isi-ska.ac.id

 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0