GARAP MUSIKAL GENDING DALAM FILM SETAN JAWA

Hannova Aji Finarno, S Santosa

Abstract


Film Setan Jawa merupakan sebuah film bisu hitam putih yang dalam pemutaran filmnya diiringi oleh gamelan secara langung, Pertunjukan Film Setan Jawa mengangkat kisah mitologi Jawa yang diangkat dari kisah kisah nyata dari berbagai daerah. musik gamelan yang mengiringi film Setan Jawa komposer Rahayu Supanggah, dengan garap musik gamelanya yang menjiwai tiap adegan pada film Setan Jawa. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan musikologi.
Penelitian ini tentang garap musikal gending, maka konsep yang dipakai adalah konsep-konsep musikologi karawitan Jawa. Konsep ini selain mengkaji tentang garap gending juga membahas konsep pathet, irama, bentuk dan struktur gending. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa pada pementasan film Setan Jawa, gending-gending yang digunakan dalam mengiringi setiap adegan memiliki sajian garap yang berbeda dari penyajian adegan satu dengan yang lainnya. Setiap penyajian yang berbeda-beda tersebut mengalami perbedaan serta perubahan dalam sajian tafsir garapnya. Pemilihan gending dalam garap musikal film Setan Jawa, Supanggah
menggunakan gending-gending lama. Hal ini selain digunakan untuk menghidupkan suasana film, pemilihan gending juga disesuaikan dengan konteks dalam adegan cerita.


Kata kunci: Setan Jawa, Karawitan, Garap.


Abstract


The “Setan Jawa” movie is a silent black and white move that in its screenings is accompanied by a direct gamelan orchestra. “Setan Jawa” movie raised a Javanese mythological story based on true stories from various regions. The gamelan music that accompanies the movie composed by Rahayu Supanggah, with the gamelan music that animates each scene in the movie. The approach that is used is the musicology approach. This research is about working on the movie’s musical tunes (gending), the concepts used are Javanese musical concepts. Apart from studying the concept of gending, this concept also discusses the concept of pathet, rhythm, the shape and structure of gending. The results of this research found that in the staging of “Setan Jawa” movie, the music used to accompany each of the scene has a different presentation from the presentation of one scene to another. Each of these different presentations experiences differences as well as changes in the interpretation of the gending. Supanggah selected old gending for the musical work of the “Setan Jawa” movie. Apart from it, the selection of gending used to liven up the atmosphere of the film as well as adjusting it to the context in the story scene.


Keywords: Setan Jawa, Karawitan, Garap.


Full Text:

PDF

References


Hastanto, Sri. 2009. Konsep Pathet Dalam

Karawitan Jawa. Surakarta: ISI Press

Surakarta.

Supanggah, Rahayu. 2009. Boyhèkan Karawitan

II: Garap. Surakarta: ISI Pers

Surakarta.

Sumarto, Dwi Priyo, 2003. “Kajian Garap Gendhing Kutut Manggung”, Skripsi S-1 Surakarta: STSI Surakarta.

Widodo. 2016. “Gending Karawitan: Kajian Fungsi dan Garap Karawitan Gaya Surakarta”. Skripsi jurusan Karawitan Institut Seni Indonesia Surakarta.

Bukti Budaya Djarum Foundation. “Pertunjukan Kusus untuk Indonesia SETAN JAWA a silent movie with live gamelan orchestra”.

Suraji. 1991. “Onang-onang Gending Kethuk 2 Kerep Minggah 4: Sebuah Tinjauan Tentang Garap, fungsi, serta struktur musikalnya”. Laporan penelitian, STSI Surakarta.

Daftar Narasumber

Eko Widodo, Sri ( 34 tahun), seniman Karawitan (pengendhang), dan musisi film Setan Jawa.

Pambayun, Wahyu Thoyyib (26 tahun), seniman Karawitan (penggendèr), dan musisi film Setan Jawa.




DOI: https://doi.org/10.33153/ktg.v19i1.2648

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Keteg : Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang "Bunyi"



Keteg: Jurnal Pengetahuan, Pemikiran, dan Kajian Tentang Bunyi.
ISSN 1412-2064
Published by Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI Surakarta)
W: https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/keteg
E: keteg@isi-ska.ac.id

 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0