PERKEMBANGAN MUSIK KESENIAN GATHOLOCO CIPTO BUDOYO KABUPATEN TEMANGGUNG

Eko Kristiyanto, Muhammad Nur Salim

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap mengenai perkembangan musikal kesenian Gatholoco Cipto Budoyo Desa Kembangsari. Permasalahan utama yang dibahas adalah tentang periodisasi perkembangan musikal serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Untuk menjawab permasalahan tersebut, peneliti menggunakan konsep musik khususnya tentang garap dan konsep tentang perkembangan yang merujuk pada konsep periodisasi dan faktorfaktor penyebab perkembangan. Pendekatan yang digunakan adalah antropologi sosial dan musikologi dengan menggunakan metode deskripstif analisis. Hasil dari peneilitian ini mengungkap bahwa perkembangan musikal kesenian Gatholoco kelompok seni Cipto Budoyo
Desa Kembangsari terjadi secara periodik, yakni melalui beberapa tahapan masa atau waktu. Periode pertama terjadi pada tahun 1963-1980, kemudian periode kedua terjadi pada tahun 1981-2000 dan periode ketiga terjadi pada tahun 2001-2018. Perkembangan musikal yang terjadi pada masing-masing periode dapat dilihat dari unsur-unsur garap diantaranya: materi garap, penggarap, sarana garap, prabot atau piranti garap, penentu garap, serta pertimbangan garap. Perkembangan musikal kesenian Gatholoco Cipto Budoyo terjadi karena adanya beberapa faktor
pendukung. Faktor-faktor pendukung tersebut berasal dari dalam (internal) dan dari luar (eksternal).


Kata kunci: Gatholoco, musikal, periodisasi, perkembangan, faktor-faktor.

 

Abstract


This research aims to reveal the musical development of the Gatholoco Cipto Budoyo Kembangsari Village. The main problem discussed is about the periodization of musical development and the factors that influencing it. To answer this problem, researchers use the concept of music specifically about work and the concept of development that refers to the concept of periodization and the factors that cause
development. The approach used is social anthropology and musicology by using descriptive analysis methods. The results of this study revealed that the musical development of the art group Gatholoco Cipto Budoyo, Kembangsari Village that occurred periodically through several stages of time. The first period occurred in 1963-1980, then the second period occurred in 1981-2000 and the third period
occurred in 2001-2018. Musical developments that occur in each period can be seen from the elements of cultivation including: works on material (garap), instrument players, facilities of the works (garap), instruments and determinants of the works (garap), and the consideration of the works (garap). The musical art development of Gatholoco Cipto Budoyo was due to several supporting factors. These supporting factors come from within (internal) and from outside (external).


Keywords: Gatholoco, musical, periodization, development, factors.


Full Text:

PDF

References


Kartodirdjo, Sartono. 1992. Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Koentjaraningrat. 1984 . Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru. Volume 19 Nomor 3 8 1 Bulan Mei 2019

Maryono. 2015. Analisa Tari. Surakarta: ISI Press Solo

Perwita Putra, Nawan. 2012. “Perubahan Fungsi Gending: Studi Kasus Ketawang Puspawarna”. Surakarta : ISI Surakarta. Skripsi

Sedyawati, Edy. 1981. Pertumbuhan Seni Pertunjukan. Jakarta: Sinar Harapan.

Soedarsono. 1872. Djawa dan Bali Dua Pusat Perkembangan Drama Tari Tradisional

di Indonesia. Yogyakarta: Gajah Mada, University Press.

Soedjatmoko. 1983. Dimensi Manusia Dalam Pembangunan: Pilihan Karangan.

Jakarta: LP3E5

Supanggah, Rahayu. 2007. Bothekan Karawitan II : Garap. Surakarta: ISI Press

Surakarta.

Wibisono, Singgih. dkk. 1985. Ensiklopedi Tari Indonesia. Jakarta: Dep P&K

Daftar Narasumber

Muh. Hadi (74 tahun) ketua kelompok kesenian Gatholoco Cipto Budoyo periode

II. Alamat Dusun Tanjungan, Desa Kembangsari, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung.

Sugito (64 tahun), pelaku kesenian Gatholoco Cipto Budoyo berperan sebagai vokal. Alamat Dusun Tanjungan, Desa Kembangsari, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung.

Darwanto (38 tahun), ketua kelompok kesenian Gatholoco Desa Kembangsari periode III (sekarang). Alamat Dusun Tanjungan, Desa Kembangsa ri, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung.

Tri Puji Waluyo (35 tahun), tokoh masyarakat Dusun Tanjungan, penanggung jawab kesenian Gatholoco Cipto Budoyo periode III (sekarang).

Alamat Dusun Tanjungan, Desa Kembangsari, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung.




DOI: https://doi.org/10.33153/keteg.v19i1.2649

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Keteg : Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang "Bunyi"



Keteg: Jurnal Pengetahuan, Pemikiran, dan Kajian Tentang Bunyi.
ISSN 1412-2064
Published by Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI Surakarta)
W: https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/keteg
E: keteg@isi-ska.ac.id

 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0